Cilacap27/7/2026 – Pelaksanaan pekerjaan fisik Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dikelola oleh UPKK Gapoktan Sri Rejeki di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menuai sorotan tajam.
Proyek ini disinyalir menggunakan material konstruksi yang tidak memenuhi ambang batas spesifikasi teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) perencanaan.
Merujuk papan informasi proyek, kegiatan tersebut berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, yang bersumber dari APBN TA 2026 dengan nilai alokasi Rp155.700.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program vital ini ditargetkan untuk menyuplai irigasi pada cakupan lahan pertanian seluas 20 hektare.
Hasil penelusuran dan verifikasi visual di lokasi oleh tim awak media mengindikasikan adanya dugaan deviasi dimensi pada besi tulangan (reinforcement steel)—seperti ketidaksesuaian diameter nominal maupun mutu baja yang terpasang dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan (engineering design).

Penggunaan besi tulangan sub-standar atau ‘banci’ secara langsung memicu risiko teknis yang signifikan:
Penurunan Kapasitas Beban Struktural: Berpotensi mendegradasi daya dukung beban (load-bearing capacity) pada struktur beton.
Kerentanan Retak dan Kegagalan Dini: Memicu micro-cracking yang mempercepat korosi pada tulangan interior, terutama pada lingkungan basah atau area irigasi.
Degradasi Service Life: Menurunkan masa layan dan durabilitas bangunan sipil secara drastis dari target perencanaan awal.
Guna memitigasi risiko kegagalan fungsi konstruksi di kemudian hari, awak media mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap beserta pejabat teknis terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan verifikasi lapangan.
Langkah tegas ini dinilai mendesak guna memastikan seluruh rangkaian pekerjaan fisik dieksekusi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Bill of Quantities (BoQ), serta dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang telah ditetapkan.
Inspeksi lapangan secara menyeluruh—termasuk uji petik dimensi material (quality control)—sangat krusial dilakukan sebelum proses pengecoran berlanjut.
Hal ini penting agar potensi penyimpangan teknis dapat dikoreksi sejak dini, sehingga fungsi serta durabilitas bangunan irigasi tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi produktivitas para petani di Desa Wringinharjo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada statement resmi maupun tanggapan dari pihak pengelola UPKK Gapoktan Sri Rejeki, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, ataupun pejabat teknis terkait.
Awak media masih terus berupaya membuka ruang konfirmasi, hak jawab, serta hak klarifikasi seluas-luasnya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 demi menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides).(Asep.sujana)








