Dugaan Deviasi Spesifikasi Besi Tulangan: Proyek IRPOM Desa Wringinharjo di pertanyakan

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Cilacap27/7/2026 – Pelaksanaan pekerjaan fisik Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dikelola oleh UPKK Gapoktan Sri Rejeki di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menuai sorotan tajam.

Proyek ini disinyalir menggunakan material konstruksi yang tidak memenuhi ambang batas spesifikasi teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) perencanaan.

Merujuk papan informasi proyek, kegiatan tersebut berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, yang bersumber dari APBN TA 2026 dengan nilai alokasi Rp155.700.000.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program vital ini ditargetkan untuk menyuplai irigasi pada cakupan lahan pertanian seluas 20 hektare.

Hasil penelusuran dan verifikasi visual di lokasi oleh tim awak media mengindikasikan adanya dugaan deviasi dimensi pada besi tulangan (reinforcement steel)—seperti ketidaksesuaian diameter nominal maupun mutu baja yang terpasang dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan (engineering design).

Penggunaan besi tulangan sub-standar atau ‘banci’ secara langsung memicu risiko teknis yang signifikan:
Penurunan Kapasitas Beban Struktural: Berpotensi mendegradasi daya dukung beban (load-bearing capacity) pada struktur beton.

Kerentanan Retak dan Kegagalan Dini: Memicu micro-cracking yang mempercepat korosi pada tulangan interior, terutama pada lingkungan basah atau area irigasi.

Degradasi Service Life: Menurunkan masa layan dan durabilitas bangunan sipil secara drastis dari target perencanaan awal.

Guna memitigasi risiko kegagalan fungsi konstruksi di kemudian hari, awak media mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap beserta pejabat teknis terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan verifikasi lapangan.

Langkah tegas ini dinilai mendesak guna memastikan seluruh rangkaian pekerjaan fisik dieksekusi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Bill of Quantities (BoQ), serta dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

Inspeksi lapangan secara menyeluruh—termasuk uji petik dimensi material (quality control)—sangat krusial dilakukan sebelum proses pengecoran berlanjut.

Hal ini penting agar potensi penyimpangan teknis dapat dikoreksi sejak dini, sehingga fungsi serta durabilitas bangunan irigasi tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi produktivitas para petani di Desa Wringinharjo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada statement resmi maupun tanggapan dari pihak pengelola UPKK Gapoktan Sri Rejeki, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, ataupun pejabat teknis terkait.

Awak media masih terus berupaya membuka ruang konfirmasi, hak jawab, serta hak klarifikasi seluas-luasnya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 demi menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides).(Asep.sujana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggapan Pelaksana Lapangan Terkait Pekerjaan Lining Saluran BBWS Citanduy di Desa Bumireja
BPJS Kesehatan Pangandaran Permudah Layanan Peserta JKN Lewat PANDAWA, Mobile JKN hingga BPJS Keliling
Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri: Musyawarah Desa Sarwadadi Bahas Lokasi Gedung KDMP
Ida Nurlaela: Sinergi Ulama dan Pemerintah Jadi Kunci Membangun Pangandaran yang Maju dan Berakhlak
Abrasi Sungai Cileueur Ancam Permukiman, Warga Margayasa Ciamis
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Tersangka FA, 6 Orang Lainnya Bakal Dipanggil Ulang
Pemerintah Akselerasi Swasembada Susu Nasional Melalui Pembangunan Peternakan Sapi Perah Modern di Brebes
Ancaman Abrasi Sungai Cipaingan Makin Kritis: Warga Mekarsari Kian Terancam,
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:53 WIB

Tanggapan Pelaksana Lapangan Terkait Pekerjaan Lining Saluran BBWS Citanduy di Desa Bumireja

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:46 WIB

BPJS Kesehatan Pangandaran Permudah Layanan Peserta JKN Lewat PANDAWA, Mobile JKN hingga BPJS Keliling

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:44 WIB

Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri: Musyawarah Desa Sarwadadi Bahas Lokasi Gedung KDMP

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:29 WIB

Ida Nurlaela: Sinergi Ulama dan Pemerintah Jadi Kunci Membangun Pangandaran yang Maju dan Berakhlak

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:32 WIB

Abrasi Sungai Cileueur Ancam Permukiman, Warga Margayasa Ciamis

Berita Terbaru

Uncategorized

Abrasi Sungai Cileueur Ancam Permukiman, Warga Margayasa Ciamis

Selasa, 28 Jul 2026 - 02:32 WIB