CILACAP, 18 JULI 2026 – Upaya mendongkrak produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah operasional terus digalakkan.
Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian merealisasikan program Optimasi Lahan Non Rawa di Dusun Cikadim, Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.
Proyek strategis ini menargetkan optimalisasi area pertanian seluas 50 Hektare (Ha).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan proyek di lapangan dipercayakan secara swakelola kepada Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan Kelompok Tani (UPKK KT) Harapan Mulya Desa Rawaapu.

Proyek ini dibiayai oleh APBN Kementerian Pertanian RI melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas 1 Bandung dengan nilai kontrak sebesar Rp230.000.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
Berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor 33.01.216/SPK/05/2026, pengerjaan proyek dijadwalkan berlangsung selama 220 hari kalender, dimulai sejak 22 Mei 2026 hingga 28 Desember 2026.
Ketua Kelompok Tani Harapan Mulya, Arif, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga integritas, kualitas fisik, dan transparansi pelaksanaan proyek demi memberikan dampak nyata bagi para petani lokal.
“Dibuat sesuai spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian Pertanian.
Kami dari pihak kelompok tani berkomitmen penuh agar alokasi dana APBN ini benar-benar berdampak maksimal bagi para petani di Desa Rawaapu.
Setiap detail teknis dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas 1 Bandung kami jalankan dengan disiplin,” ujar Arif saat memantau lokasi proyek.
Program optimasi lahan non rawa ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan keterbatasan infrastruktur lahan di wilayah Kecamatan Patimuan.
Melalui perbaikan tata kelola lahan ini, indeks pertanaman (IP) dan hasil panen komoditas pangan diharapkan dapat meningkat signifikan.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik, pihak UPKK KT Harapan Mulya juga telah memasang papan informasi proyek secara transparan di lokasi kerja, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta memantau dan mendukung suksesnya program pembangunan pertanian ini.(Red)








