CILACAP18/7/2026 – Menanggapi pemberitaan terkait minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada proyek Optimasi Lahan (Oplah) di Desa Kedungreja, pihak manajemen lapangan bergerak cepat melakukan pembenahan.
Aan, selaku konsultan pengawas proyek tersebut, memberikan klarifikasi resmi beberapa hari setelah pemberitaan muncul.
Pihaknya mengirimkan bukti foto visual terbaru yang menunjukkan bahwa seluruh pekerja di lokasi kini telah tertib menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami langsung melakukan tindakan korektif di lapangan. Saat ini, seluruh pekerja sudah diwajibkan dan dipastikan menggunakan perlengkapan safety (APD) lengkap sebelum memulai aktivitas,” ujar Aan saat memberikan konfirmasi.
Dalam dokumentasi terbaru yang dikirimkan, tampak para pekerja di bawah naungan UPKK Kelompok Tani Sri Rezeki 2 tersebut kini telah dilengkapi dengan helm pelindung kepala, rompi keselamatan (safety vest), serta sepatu bot pengaman demi menjaga keselamatan kerja di area proyek seluas 91 hektare tersebut.
Pihak pengawas memastikan akan terus melakukan monitoring harian secara ketat agar kelalaian serupa tidak terulang kembali, sekaligus sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan jiwa pekerja dan transparansi publik. (Tim/Red)








