CILACAP, 10 Juli 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus mempercepat pembangunan infrastruktur sektor pertanian.
Melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy, pemerintah resmi menggulirkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang menyasar Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Manganti di Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2026 ini menelan nilai bantuan sebesar Rp195.000.000,-. Melalui skema swakelola, program ini menempatkan masyarakat petani sebagai pelaku utama pembangunan guna mendongkrak perekonomian lokal secara langsung.
Ketua P3A Dharmatirta Rahayu Cimrutu, Edi Susanto, saat ditemui oleh awak media di lokasi kegiatan mengekspresikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas realisasi program tersebut.
Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi ini merupakan jawaban atas penantian panjang para petani setempat.
“Kami selaku pengurus P3A dan mewakili seluruh petani di Desa Cimrutu merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian besar dari pemerintah. Air adalah urat nadi bagi keberhasilan panen kami.
Dengan adanya peningkatan jaringan Irigasi D.I Manganti ini, kami optimis pasokan air ke area persawahan akan menjadi jauh lebih lancar, stabil, dan merata,” ujar Edi dengan antusias.
Lebih lanjut, Edi menegaskan komitmen kelompoknya untuk mengawal pengerjaan fisik ini secara transparan, akuntabel, dan bergotong-royong demi hasil yang maksimal.
Berdasarkan papan informasi proyek, seluruh pengerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 45 hari kalender.
Kehadiran program P3-TGAI di bawah pengawasan PPK Operasi dan Pemeliharaan Pemanfaatan Irigasi Air Tanah I ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis pengairan, tetapi juga mampu menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas gabah di Kecamatan Patimuan guna mendukung ketahanan pangan daerah.(Red)








