P3-TGAI Diluncurkan, Petani Desa Cimrutu Cilacap Bersyukur Terima Bantuan Irigasi Rp195 Juta

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, 10 Juli 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terus mempercepat pembangunan infrastruktur sektor pertanian.

 

Melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy, pemerintah resmi menggulirkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang menyasar Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Manganti di Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Proyek yang didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2026 ini menelan nilai bantuan sebesar Rp195.000.000,-. Melalui skema swakelola, program ini menempatkan masyarakat petani sebagai pelaku utama pembangunan guna mendongkrak perekonomian lokal secara langsung.

 

Ketua P3A Dharmatirta Rahayu Cimrutu, Edi Susanto, saat ditemui oleh awak media di lokasi kegiatan mengekspresikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas realisasi program tersebut.

 

Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi ini merupakan jawaban atas penantian panjang para petani setempat.

 

“Kami selaku pengurus P3A dan mewakili seluruh petani di Desa Cimrutu merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian besar dari pemerintah. Air adalah urat nadi bagi keberhasilan panen kami.

 

Dengan adanya peningkatan jaringan Irigasi D.I Manganti ini, kami optimis pasokan air ke area persawahan akan menjadi jauh lebih lancar, stabil, dan merata,” ujar Edi dengan antusias.

 

Lebih lanjut, Edi menegaskan komitmen kelompoknya untuk mengawal pengerjaan fisik ini secara transparan, akuntabel, dan bergotong-royong demi hasil yang maksimal.

 

Berdasarkan papan informasi proyek, seluruh pengerjaan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 45 hari kalender.

 

Kehadiran program P3-TGAI di bawah pengawasan PPK Operasi dan Pemeliharaan Pemanfaatan Irigasi Air Tanah I ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis pengairan, tetapi juga mampu menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas gabah di Kecamatan Patimuan guna mendukung ketahanan pangan daerah.(Red)

Baca Juga:  Perhutani KPH Banyumas Barat Kawal Pengukuran Lahan Hutan untuk Kantor KopDes Cimrutu Patimuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Mati Mesin di Perairan Karangbolong, Cilacap, 11 Nelayan Dievakuasi 
Pemerintah Desa Tambakreja Mulai Pembangunan Peningkatan Balai Desa dan Pendopo Kemasyarakatan  
GKJ Hosiana Patimuan Ngawontenaken Kebaktian Minggu, Sakramen Bujana Suci, lan Tradisi Undhuh-Undhuh Kanthi Hikmat lan Sukacita
BPD Desa Pegadingan Soroti Profesionalisme Media Saat Sosial Kontrol Pamsimas
Ketua BPD Pegadingan Soroti Kualitas Pekerjaan, Klaim Beton dan Aspal Cepat Rusak
Tindakan Tak Pantas Oknum Guru di SMKN 1 Karangpucung Cilacap Viral di Media Sosial
Penyelamatan Dramatis Anak yang Memanjat Tower di Dusun Bugel Berakhir Selamat
Majelis Ta’lim Mujahadah Thoriqoh Syadziliyah Desa Sidamulya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:36 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Karangbolong, Cilacap, 11 Nelayan Dievakuasi 

Kamis, 24 September 2026 - 02:08 WIB

Pemerintah Desa Tambakreja Mulai Pembangunan Peningkatan Balai Desa dan Pendopo Kemasyarakatan  

Senin, 21 September 2026 - 00:46 WIB

GKJ Hosiana Patimuan Ngawontenaken Kebaktian Minggu, Sakramen Bujana Suci, lan Tradisi Undhuh-Undhuh Kanthi Hikmat lan Sukacita

Rabu, 16 September 2026 - 11:45 WIB

BPD Desa Pegadingan Soroti Profesionalisme Media Saat Sosial Kontrol Pamsimas

Rabu, 16 September 2026 - 11:40 WIB

Ketua BPD Pegadingan Soroti Kualitas Pekerjaan, Klaim Beton dan Aspal Cepat Rusak

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB