Skandal Tukar Guling 18 Tahun di Cilacap: Warga Patimuan Tagih Sertifikat, Dana Rp677 Juta Raib Entah Ke Mana?

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, JAWA TENGAH – Aroma tidak sedap menyelimuti proses tukar guling lahan eks bengkok Desa Bangunreja yang terletak di wilayah administrasi Desa Patimuan, Kabupaten Cilacap.

 

Sebanyak 104 kepala keluarga kini menuntut keadilan setelah hak sertifikat tanah mereka terkatung-katung sejak tahun 2008, padahal warga telah melunasi pembayaran dengan total fantastis mencapai Rp677.139.529.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ironisnya, di tengah ketidakpastian yang dialami 104 warga ini, muncul kejanggalan yang memicu amarah: sebanyak 45 bidang tanah lainnya justru telah berhasil terbit sertifikatnya. Padahal, warga di 45 bidang tersebut diketahui baru melakukan pembayaran belakangan.

 

Kejanggalan Izin Prinsip & Dugaan Diskriminasi

Perwakilan warga mengungkapkan bahwa Izin Prinsip tukar guling ini sudah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten sejak tahun 2008.

 

Namun, hingga detik ini di tahun 2026, warga yang taat aturan dan membayar sejak awal justru dianaktirikan.

 

“Ini murni diskriminasi dan kedzaliman birokrasi.

 

Kami pemegang bukti kwitansi sah sejak 2008, total uang ratusan juta sudah masuk ke kantong panitia, tapi kenapa yang baru bayar belakangan yang dapat sertifikat? Ada apa dengan BPN dan Pemdes?” tegas perwakilan warga Desa Patimuan.

 

Dugaan Persekongkolan Jahat & Upaya Cuci Tangan

Warga menduga kuat adanya praktik “Mafia Tanah” yang melibatkan jaringan oknum lintas instansi, mulai dari Oknum Pegawai BPN Cilacap, Pokmas PTSL, Panitia Tukar Guling, hingga oknum di jajaran Pemerintah Desa Patimuan dan Desa Bangunreja.

 

Kecurigaan warga memuncak saat dilakukan audiensi resmi di Kantor Desa Patimuan beberapa waktu lalu.

 

Meski dihadiri oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait, pihak Pemdes Bangunreja dan Panitia justru MANGKIR (tidak hadir).

Baca Juga:  Amankan Aset Perusahaan, Perhutani KPH Banyumas Barat Perketat Pengawalan Produksi Getah Pinus hingga ke Pabrik

 

Sikap ini dinilai warga sebagai upaya pengecut untuk cuci tangan dan menghindari tanggung jawab atas dana Rp677 juta yang telah mereka kumpulkan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Krisis Air Bersih, PMI Distribusikan 105.000 Liter Air untuk Ribuan KK di Gandrungmangu dan Patimuan
Jeritan di Balik Seragam Baru: Ketika Pendidikan Murah Masih Sebatas Angan
Sinergi Warga dan Lintas Sektor, Tasyakuran Muharam di Jenggalan Sidareja Meriah dengan Pagelaran Wayang Kulit.
Sukses Gelar Hiking & Camping Produksi Sadapan, KPH Banyumas Barat Siap Tingkatkan Produktivitas
Bengkel Refa Motor Patimuan Siap Manjakan Kendaraan Anda dengan Layanan Prima dan Mekanik Berpengalaman
P3-TGAI Diluncurkan, Petani Desa Cimrutu Cilacap Bersyukur Terima Bantuan Irigasi Rp195 Juta
Perhutani KPH Banyumas Barat Kawal Pengukuran Lahan Hutan untuk Kantor KopDes Cimrutu Patimuan
Amankan Aset Perusahaan, Perhutani KPH Banyumas Barat Perketat Pengawalan Produksi Getah Pinus hingga ke Pabrik
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:58 WIB

Atasi Krisis Air Bersih, PMI Distribusikan 105.000 Liter Air untuk Ribuan KK di Gandrungmangu dan Patimuan

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:41 WIB

Jeritan di Balik Seragam Baru: Ketika Pendidikan Murah Masih Sebatas Angan

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:22 WIB

Sinergi Warga dan Lintas Sektor, Tasyakuran Muharam di Jenggalan Sidareja Meriah dengan Pagelaran Wayang Kulit.

Minggu, 12 Juli 2026 - 04:50 WIB

Sukses Gelar Hiking & Camping Produksi Sadapan, KPH Banyumas Barat Siap Tingkatkan Produktivitas

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:54 WIB

Bengkel Refa Motor Patimuan Siap Manjakan Kendaraan Anda dengan Layanan Prima dan Mekanik Berpengalaman

Berita Terbaru