PATIMUAN, CILACAP (28 Juli 2026) — Merespons laporan dari masyarakat tani terkait maraknya ancaman hama pada tanaman padi, petugas lapangan PT Bayer Indonesia, Randi, bersama tim Country Innovation Development Team (CIDT) yang diwakili oleh Andhika, turun langsung meninjau lokasi terdampak di wilayah Kecamatan Patimuan, Selasa (28/7).
Aksi tanggap di lapangan ini tidak hanya bertujuan untuk memetakan kondisi pertanaman yang terdampak, tetapi juga diisi dengan penyuluhan edukatif secara langsung kepada para petani guna menangani serangan hama secara efektif dan terukur.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada pemahaman petani terhadap siklus hidup wereng yang tergolong amat singkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan wereng dari fase telur, nimfa, hingga menjadi serangga dewasa hanya membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 hari.
Dinamika populasi yang terbilang cepat ini menuntut kewaspadaan tinggi serta pemantauan rutin di tingkat lahan.
Lebih lanjut, tim CIDT Bayer Indonesia mengedukasi para petani mengenai indikator visual serangan wereng di lapangan.
Ciri-ciri umum yang perlu diwaspadai meliputi perubahan warna daun menjadi menguning, tanaman yang mendadak layu, hingga fenomena hopperburn di mana daun padi mengering drastis seolah-olah terbakar.
Jika dibiarkan, serangan ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan bulir padi tidak berisi atau hampa saat masa panen.
Sebagai langkah penanganan, tim memberikan panduan praktis mengenai strategi pengendalian yang tepat, salah satunya melalui aplikasi pestisida yang efisien, terukur, dan sesuai dosis sasaran agar tidak merusak ekosistem pertanian lokal.
Peninjauan langsung di Kecamatan Patimuan ini kembali menegaskan komitmen berkelanjutan PT Bayer Indonesia untuk senantiasa hadir membawa solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi para petani di sawah.
Melalui dukungan produk-produk perlindungan tanaman terbaik dan pendampingan teknis secara berkesinambungan, Bayer terus berupaya menjaga produktivitas lahan demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Redaksi.








