Proyek Irigasi P3-TGAI di Ciruyung Diduga Asal-asalan

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP 16/7/2026– Media Cahaya Nusantara. Temuan memprihatinkan kembali membayangi proyek infrastruktur pemerintah di wilayah Kabupaten Cilacap.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 195.000.000,- diduga kuat dikerjakan dengan metode “mengakali” Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta gambar rencana teknis fisik.

Pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yang berlokasi di Daerah Irigasi (D.I.) Margomulyo, Desa Ciruyung, Kecamatan Karangpucung ini berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy (PPK Operasi dan Pemeliharaan Pemanfaatan Irigasi Air Tanah).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek yang dikerjakan secara swakelola oleh P3-A Lestari II dengan masa kerja 45 hari kalender tersebut kini menjadi sorotan tajam lantaran kualitas fisiknya dinilai jauh dari standar mutu.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan serta dokumentasi foto oleh Tim Media Cahaya Nusantara, ditemukan dua kejanggalan fatal pada konstruksi bangunan:

  1. Pemasangan Batu Tanpa Galian Pondasi
    Pasangan batu untuk dinding penahan irigasi diduga kuat langsung ditempel atau disusun di atas permukaan tanah tanpa adanya penggalian pondasi terlebih dahulu. Hal ini membuat struktur bawah sangat labil dan rawan runtuh saat debit air meningkat.
  2. Manipulasi Dimensi Konstruksi (Mengecil di Bawah)
    Ketebalan pasangan batu disiasati secara ekstrem.

Pada bagian dasar (bawah), dimensi pasangan batu sengaja dibuat tipis atau kecil, lalu baru dilebarkan saat mendekati bagian atas.

Pola ini disinyalir kuat sebagai modus manipulasi volume material untuk memangkas kebutuhan batu dan semen demi meraup keuntungan pribadi.

Saat melakukan investigasi langsung ke lokasi proyek, awak media telah berusaha menemui serta mengonfirmasi ketua kelompok maupun konsultan pengawas terkait temuan tersebut.

Baca Juga:  Sempat Ditolak Masuk Sekolah Karena Alasan Kuota Habis, Akhirnya Bintang Resmi Diterima di SDN 3 Purwodadi Patimuan

Namun, sangat disayangkan tidak ada satu pun pihak terkait yang berada di lapangan untuk memberikan keterangan atau klarifikasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi maupun konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait mengenai dugaan penyimpangan tersebut.

“Ini jelas merupakan bentuk pengurangan volume material secara sengaja demi mengejar keuntungan sepihak. Ini bukan kelalaian teknis biasa, melainkan kesengajaan yang terencana.

Pondasi ditiadakan, ketebalan batu dikurangi.

Negara membayar penuh anggaran ini, tetapi kualitas fisik di lapangan dipotong habis-habisan. Ini murni penyelewengan!” tegas Tim Investigasi Media Cahaya Nusantara.

Desakan Audit Investigatif
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat serta rekan media mendesak pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy selaku penanggung jawab program, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lapangan.

Perlu dilakukan audit forensik teknis secara menyeluruh terhadap hasil pekerjaan P3-A Lestari II di Desa Ciruyung demi menyelamatkan uang negara dan hak-hak petani lokal.

Dana stimulasi yang dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui APBN sejatinya bertujuan untuk membantu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani di daerah, bukan untuk dijadikan ladang keuntungan oleh segelintir oknum.

Kasus ini akan terus dikawal secara ketat hingga ada tindakan tegas dan pertanggungjawaban yang nyata.(Panji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tingkatkan Infrastruktur Ekonomi, Desa Sidamukti dan Cimrutu Gelar Musyawarah Antar Desa Program PISEW 2026
Sambut 149 Siswa Baru, SMP Sultan Agung Kawunganten Sukses Tutup “MPLS
Anggaran Hampir Setengah Miliar, Proyek Optimasi Lahan di Kedungreja Diduga Abaikan K3:
Pers Kawal Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Mulyasari, Kades Buka Suara
Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Proyek Irigasi P3-TGAI di Kamulyan Mencuat,
Sidak Lapangan Proyek Optimasi Lahan di Patimuan,
Diduga Pakai Batu Bekas, Proyek Irigasi P3-TGAI Senilai Rp 195 Juta di Cipari Menuai Sorotan
Refleksi HUT Ke-59, GKJ Hosiana Patimuan Ajak Jemaat Perbarui Komitmen Pelayanan Melalui Ibadah Taize
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31 WIB

Tingkatkan Infrastruktur Ekonomi, Desa Sidamukti dan Cimrutu Gelar Musyawarah Antar Desa Program PISEW 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17 WIB

Sambut 149 Siswa Baru, SMP Sultan Agung Kawunganten Sukses Tutup “MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:50 WIB

Anggaran Hampir Setengah Miliar, Proyek Optimasi Lahan di Kedungreja Diduga Abaikan K3:

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:03 WIB

Pers Kawal Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Mulyasari, Kades Buka Suara

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:01 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Proyek Irigasi P3-TGAI di Kamulyan Mencuat,

Berita Terbaru