Desa Bumireja Gelar Pagelaran Wayang Kulit “Pendawa Syukur”

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Rangkaian Acara Tasyakuran Memetri Bumi Tahun Baru Hijriah 1448

CILACAP, 10 JULI 2026 – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H sekaligus menjaga serta melestarikan adat budaya leluhur, Pemerintah Desa Bumireja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, menggelar acara adat Tasyakuran Memetri Bumi.

Puncak dari rangkaian kegiatan syukuran tahunan ini dimeriahkan dengan menggelar Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung khidmat dan semarak pada Jum’at malam (10/07/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara adat yang dipusatkan di balai desa setempat ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bumireja, Bambang Imam Turmudi, beserta seluruh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Turut hadir memenuhi undangan dalam acara malam puncak tersebut unsur Forkopimcam Kedungreja, di antaranya Camat Kedungreja Kukuh Setiaji, S.IP., M.M., Kapolsek Kedungreja Iptu Badrun, S.H., serta Danramil 12/Kedungreja yang dalam hal ini diwakili oleh Babinsa setempat.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Kedungreja beserta ratusan warga masyarakat yang sangat antusias memadati lokasi pertunjukan.

Sebelum pertunjukan dimulai, dilakukan prosesi sakral berupa penyerahan tokoh wayang kulit secara simbolis oleh Kepala Desa Bumireja, Bambang Imam Turmudi, kepada sang dalang, Ki Panggung Bayu Aji.

Penyerahan tokoh wayang ini menandai dibukanya kelir dan dimulainya pagelaran secara resmi, sekaligus menjadi simbol penyerahan amanah serta doa keselamatan agar pertunjukan malam itu berjalan lancar dan membawa berkah bagi seluruh penonton.

Pagelaran wayang kulit pada malam puncak ini membawakan lakon “Pendawa Syukur”, sebuah kisah pewayangan yang sarat akan makna filosofis mengenai rasa syukur mendalam, persatuan, gotong royong, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Pertunjukan spiritual dan kultural ini disajikan secara apik oleh Ki Panggung Bayu Aji, yang sukses memukau penonton melalui kepiawaiannya memainkan jemari dan menghidupkan karakter setiap tokoh pewayangan.

Baca Juga:  Pers Kawal Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Mulyasari, Kades Buka Suara

Pihak panitia penyelenggara juga menyematkan untaian kalimat mutiara falsafah Jawa pada banner utama kegiatan sebagai media refleksi bersama bagi warga Desa

Bumireja:

“Eling lan Waspada, Sadar lan Sabar, Satiti lan Ngabekti, Sumeleh Tur Sareh”

(Ingat dan waspada, sadar dan sabar, teliti dan berbakti, berserah diri secara ikhlas serta berhati tenang).

Kepala Desa Bumireja, Bambang Imam Turmudi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Memetri Bumi ini bukan sekadar rutinitas adat tahunan ataupun hiburan rakyat semata.

Agenda besar ini merupakan wujud ekspresi syukur kolektif seluruh warga atas limpahan berkah, keselamatan, ketenteraman, serta hasil bumi yang melimpah selama setahun terakhir, sekaligus momentum doa bersama agar Desa Bumireja senantiasa diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan warganya semakin sejahtera di tahun baru Islam 1448 H ini.

Kehadiran jajaran Forkopimcam Kedungreja dan Paguyuban Kepala Desa dalam acara ini juga menunjukkan kuatnya sinergitas antar-instansi serta solidaritas antar-kepala desa di wilayah Kedungreja dalam mendukung pelestarian adat lokal.

Selain memiliki dimensi spiritual dan sosial, pagelaran seni tradisional ini menjadi pilar penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta sebagai upaya nyata menyosialisasikan, mengedukasi, dan melestarikan warisan agung kebudayaan wayang kulit agar tetap dicintai oleh generasi muda di era modern.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsultan Proyek Oplah Kedungreja Pastikan Pekerja Kini Patuhi Standar K3
Tingkatkan Infrastruktur Ekonomi, Desa Sidamukti dan Cimrutu Gelar Musyawarah Antar Desa Program PISEW 2026
Sambut 149 Siswa Baru, SMP Sultan Agung Kawunganten Sukses Tutup “MPLS
Anggaran Hampir Setengah Miliar, Proyek Optimasi Lahan di Kedungreja Diduga Abaikan K3:
Pers Kawal Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Mulyasari, Kades Buka Suara
Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Proyek Irigasi P3-TGAI di Kamulyan Mencuat,
Sidak Lapangan Proyek Optimasi Lahan di Patimuan,
Diduga Pakai Batu Bekas, Proyek Irigasi P3-TGAI Senilai Rp 195 Juta di Cipari Menuai Sorotan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:59 WIB

Konsultan Proyek Oplah Kedungreja Pastikan Pekerja Kini Patuhi Standar K3

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:31 WIB

Tingkatkan Infrastruktur Ekonomi, Desa Sidamukti dan Cimrutu Gelar Musyawarah Antar Desa Program PISEW 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17 WIB

Sambut 149 Siswa Baru, SMP Sultan Agung Kawunganten Sukses Tutup “MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:50 WIB

Anggaran Hampir Setengah Miliar, Proyek Optimasi Lahan di Kedungreja Diduga Abaikan K3:

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:03 WIB

Pers Kawal Dugaan Ketidaksesuaian Teknis Proyek Irigasi P3-TGAI Desa Mulyasari, Kades Buka Suara

Berita Terbaru