CILACAP,27/7/2026 — Bencana luapan dan abrasi bantaran Sungai Cipaingan di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, kini berada pada titik kritis.
Terkikisnya tebing sungai secara masif terus meluas dan mengancam langsung keselamatan jiwa serta aset pemukiman warga yang berada tepat di bantaran aliran sungai.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi masyarakat setempat, terlebih saat memasuki siklus peningkatan curah hujan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan debit air sungai diperkirakan akan mempercepat proses pengikisan tanah, yang berpotensi memicu longsoran tebing sungai hingga merubuhkan rumah-rumah warga.

Sakirn, salah seorang warga terdampak, menyuarakan kecemasan warga yang kian tak menentu setiap kali hujan deras turun.
“Kami hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Jika debit air meningkat dan abrasi makin parah, rumah kami bisa tergerus kapan saja. Kami tidak bisa terus-menerus menunggu tanpa kepastian,” tegas Sakirn.
Pengajuan Berkas Sejak 2024 Belum Terealisasi
Kondisi darurat ini sebenarnya telah diprediksi.
Pemerintah Desa Mekarsari tercatat secara resmi telah mengajukan permohonan penanganan teknis dan perbaikan infrastruktur sungai kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy sejak tahun 2024. Namun, hingga saat ini, belum ada realisasi maupun langkah konkret pembenahan di lapangan.
Masyarakat menyayangkan lambatnya respons dari pihak berwenang, mengingat penanganan abrasi air sungai membutuhkan intervensi teknis berskala besar yang berada di bawah wewenang BBWS.
Menunda penanganan berarti membiarkan risiko bencana kemanusiaan dan kerugian material membengkak di masa depan.
Pernyataan Sikap dan Tuntutan Warga
Demi mencegah terjadinya korban jiwa dan hilangnya tempat tinggal warga, masyarakat Desa Mekarsari bersama perwakilan media mendesak pimpinan BBWS Citanduy dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk
segera melakukan aksi nyata:
Inspeksi Lapangan Segera
(Urgent Site Visit):
Mengirimkan tim teknis ke lokasi Sungai Cipaingan di Desa Mekarsari dalam minggu ini guna mengukur tingkat kerusakan tebing.
Pemasangan Mitigasi Darurat: Melakukan penanganan sementara—seperti pemasangan bronjong atau penguatan tebing darurat—sebelum debit puncak air sungai menghantam bantaran.
Kepastian Rencana Kerja Permanen: Memberikan transparansi informasi dan kepastian jadwal eksekusi proyek normalisasi/pembangunan tanggul permanen Sungai Cipaingan.
Keselamatan warga adalah hukum tertinggi.
Penanganan dini bukan sebatas pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk perlindungan nyata negara terhadap keselamatan masyarakatnya.
(Asep.sujana)








