Proyek Irpom Desa Sidaurip Cilacap Diduga Gunakan Besi Oplosan

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

CILACAP – Pelaksanaan proyek Kegiatan Konstruksi Irigasi Perpompaan (Irpom) untuk Kelompok Tani (KT) Budidaya di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, diduga kuat menyimpang dari spesifikasi gambar rencana PPK.

Proyek swakelola bernilai Rp 155.700.000,- dari dana APBN Kementerian Pertanian RI tahun anggaran 2026 ini disinyalir sengaja mengoplos material besi demi mengurangi volume.

Berdasarkan investigasi lapangan, menara kolom beton yang seharusnya menggunakan besi utama diameter 12 mm penuh, kedapatan dicampur dengan besi “banci” berdiameter lebih kecil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pengukuran digital menggunakan jangka sorong menunjukkan ukuran besi menyusut di kisaran 9.11 mm hingga 11.44 mm.

Sebagian komponen tersebut bahkan telah ditutup cor beton tanpa adanya visualisasi gambar panduan di area kerja.

“Besinya memang dioplos, Pak. Ada besi 10 (mm) dan besi 12 (mm).

Gambar petunjuk teknis di lapangan juga tidak ada,” ungkap salah seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Ketua KT Budidaya, Taryo, namun yang bersangkutan tidak berada di lokasi, sepi di kediamannya, dan enggan merespons pesan WhatsApp.

Di sisi lain, Konsultan Pengawas proyek membenarkan adanya temuan tersebut saat dihubungi via WhatsApp. “Sudah ditegur,” tulisnya singkat.

Menanggapi hal ini, Tugiman, S.T. selaku Ketua Harian INDAKON (Masyarakat Pemerhati Kebijakan Publik dan Konstruksi) Kabupaten Cilacap mendesak instansi terkait segera bertindak tegas.

“Mencampur besi 12 mm dengan besi banci ukuran 9 mm hingga 10 mm pada kolom struktur adalah pelanggaran fatal yang mereduksi kekuatan bangunan dan merugikan keuangan negara.

Kami mendesak Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian serta Balai Bandung segera melakukan uji petik fisik sebelum proyek ini rampung,” tegas Tugiman, S.T. (Tim/Red)

Baca Juga:  Perkokoh Kebangsaan dan Integritas Pemuda, Pemdes Cikedondong Gelar Rangkaian Sosialisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB