Pengecoran Manual Irigasi Perpompaan senilai Rp155 Juta di Kutasari Disorot, Ketua Kelompok Tani Buka Suara

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP20/7/2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan Irigasi Perpompaan di Desa Kutasari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, tengah menjadi sorotan hangat.

Proyek milik Kementerian Pertanian yang dikerjakan oleh UPKK Kelompok Tani Sari Makmur ini memicu pertanyaan publik setelah ditemukan adanya metode pengecoran beton yang dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin pemutar beton (molen).

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, para pekerja tampak mengaduk material beton secara konvensional menggunakan sekop.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi konsistensi campuran serta mutu akhir beton konstruksi untuk proyek infrastruktur pertanian tersebut.

Alasan Keterbatasan Alat di Lapangan
Guna menjaga keberimbangan informasi, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua Kelompok Tani Sari Makmur, Hasanudin, pada Senin (20/7/2026).

Hasanudin tidak menampik penggunaan metode manual tersebut, namun ia mengklarifikasi bahwa hal itu terpaksa dilakukan demi menjaga kelangsungan progres di lapangan.

“Mesin molen sedang dipakai oleh kelompok lain. Agar pekerjaan tidak terhenti dan tetap berjalan, maka pengecoran kami lakukan secara manual,” ujar Hasanudin.

Data Teknis Proyek

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek dengan nomor SPK: 33.01.41.IRPOM/Kpts/PPK.LIP.2.9.1/SPK/05/2026 yang berlokasi di Desa Kutasari, Kecamatan Cipari ini bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas 1 Bandung.

Pagu anggaran proyek tercatat sebesar Rp155.700.000,- untuk target luasan lahan oncoran 25 hektar, dengan masa kerja 235 hari kalender sejak 11 Mei hingga 31 Desember 2026.

Masyarakat Desak Pengawasan Pendamping Teknis

Mengingat anggaran proyek ini bersumber dari dana negara dengan target mengairi puluhan hektar sawah, masyarakat berharap instansi pembina beserta pendamping teknis dapat memperketat pengawasan di lapangan.

Baca Juga:  Dit Resnarkoba Polda Jateng Ungkap Penyalahgunaan Sabu di Atas Perahu, Tiga Pria Diamankan di Demak*

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pendamping teknis maupun instansi terkait mengenai apakah metode pengadukan manual tersebut diperbolehkan dalam petunjuk teknis (Juknis) pekerjaan.

Transparansi dinilai sangat penting agar tidak timbul kesalahpahaman dan memastikan fasilitas yang dibangun memiliki daya tahan jangka panjang bagi petani di Kecamatan Cipari.(Panji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PEMUDA PANCASILA PARIGI SOROTI RENTENIR BERKEDOK KOPERASI, MINTA APARAT BERTINDAK
Tanggapan Pelaksana Lapangan Terkait Pekerjaan Lining Saluran BBWS Citanduy di Desa Bumireja
BPJS Kesehatan Pangandaran Permudah Layanan Peserta JKN Lewat PANDAWA, Mobile JKN hingga BPJS Keliling
Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri: Musyawarah Desa Sarwadadi Bahas Lokasi Gedung KDMP
Ida Nurlaela: Sinergi Ulama dan Pemerintah Jadi Kunci Membangun Pangandaran yang Maju dan Berakhlak
Abrasi Sungai Cileueur Ancam Permukiman, Warga Margayasa Ciamis
Kejagung Periksa 3 Saksi Kasus TPPU Tersangka FA, 6 Orang Lainnya Bakal Dipanggil Ulang
Pemerintah Akselerasi Swasembada Susu Nasional Melalui Pembangunan Peternakan Sapi Perah Modern di Brebes
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:44 WIB

PEMUDA PANCASILA PARIGI SOROTI RENTENIR BERKEDOK KOPERASI, MINTA APARAT BERTINDAK

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:53 WIB

Tanggapan Pelaksana Lapangan Terkait Pekerjaan Lining Saluran BBWS Citanduy di Desa Bumireja

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:46 WIB

BPJS Kesehatan Pangandaran Permudah Layanan Peserta JKN Lewat PANDAWA, Mobile JKN hingga BPJS Keliling

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:44 WIB

Mewujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri: Musyawarah Desa Sarwadadi Bahas Lokasi Gedung KDMP

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:29 WIB

Ida Nurlaela: Sinergi Ulama dan Pemerintah Jadi Kunci Membangun Pangandaran yang Maju dan Berakhlak

Berita Terbaru