CILACAP, 2 AGUSTUS 2026 — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memperketat pengawalan dan pelayanan produksi getah pinus di tingkat lapangan.
Komitmen ini ditunjukkan secara langsung oleh Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Penimbunan Getah (TPG) Sepat Nunggal, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Majenang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Majenang, pada Minggu (2/8).
Sidak yang digelar pada hari libur tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan penerimaan sadapan getah pinus dari para penyadap tetap berjalan optimal dan tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna menjaga kelancaran operasional tanpa mengesampingkan hak personel, KPH Banyumas Barat menerapkan skema pengaturan waktu kerja khusus bagi petugas lapangan.
Langkah ini diambil agar seluruh proses rantai produksi tetap berpatokan ketat pada Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, menyampaikan bahwa kesigapan personel di lapangan menjadi kunci utama dalam memanfaatkan momentum musim kemarau tahun 2026 untuk menggenjot capaian produksi.
“Kami turun langsung untuk memastikan operasional penerimaan getah tidak terhenti, meskipun di hari libur.
Kesiapan dan kesigapan jajaran di lapangan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas getah pinus secara signifikan sepanjang musim kemarau tahun ini,” ujar Hery.
Mengakhiri peninjauannya, Hery memberikan suntikan motivasi mendalam kepada seluruh jajaran garis depan Perhutani BKPH Majenang agar terus menjaga integritas dan semangat kerja sama.
“Jangan pernah lelah berbuat baik dan jangan pernah menyerah dalam melaksanakan tugas.
Melalui kekompakan dan kebersamaan, kita yakin Divisi Regional Jawa Tengah mampu menjadi yang terbaik. Salam Hutan Lestari, Pagar NKRI Harga Mati!” pungkasnya.
Melalui pengawalan intensif dan manajemen operasional yang fleksibel namun terukur ini, Perhutani KPH Banyumas Barat optimistis dapat melampaui target produksi getah pinus tahun 2026 sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan negara.(Red)












