PANGANDARAN 24/8/2026– Kondisi jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Pangandaran–Banjar, tepatnya di Desa Karangpawitan, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mendapat perhatian serius dari masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (24/8/2026), terlihat bagian bangunan penahan di sekitar jembatan mengalami kerusakan dan pengikisan. Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait.
Yang menjadi perhatian utama adalah posisi salah satu rumah warga yang berada sangat dekat dengan bagian jembatan dan bangunan penahan. Apabila kerusakan terus berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat setempat bersama Pemerintah Desa Karangpawitan berharap adanya langkah cepat dari instansi yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.
Kepala Desa dan Warga Minta Segera Ditangani
Masyarakat dan kepala desa memohon kepada dinas terkait agar segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan kondisi jembatan, khususnya pada bagian penahan yang berada dekat dengan rumah warga.
Menurut masyarakat, kondisi tersebut sudah sangat riskan sehingga tidak seharusnya dibiarkan tanpa penanganan. Perbaikan atau penguatan konstruksi dinilai penting sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga maupun pengguna jalan.
Karena lokasi tersebut berada pada jalur jalan provinsi, masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat sesuai kewenangannya, termasuk melalui UPTD pengelolaan jalan dan jembatan wilayah pelayanan yang menangani kawasan Pangandaran.
Masyarakat juga berharap dilakukan pemeriksaan teknis terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi fondasi, bangunan penahan, serta tingkat ancaman terhadap rumah warga.
Utamakan Keselamatan Warga
Warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi longsor, ambruknya bangunan penahan, atau kerusakan yang lebih besar. Penanganan sejak dini dinilai jauh lebih penting untuk mencegah risiko terhadap keselamatan penghuni rumah dan pengguna jalan.
Hingga berita ini dibuat, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak DBMPR Provinsi Jawa Barat mengenai rencana penanganan lokasi tersebut. Konfirmasi dari dinas terkait diperlukan agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai hasil pemeriksaan dan langkah perbaikan yang akan dilakukan.
(Team, red)












