Pondasi Tanpa Lantai Kerja, Proyek Irigasi Perpompaan Karanggedang Disorot

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGGEDANG, SIDAREJA5/8/2026 — Pembangunan sarana pendukung pertanian berupa Irigasi Perpompaan bagi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Karya Sejati di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menuai perhatian publik.

Proyek bernilai Rp 155.700.000,- dari APBN Kementerian Pertanian RI tersebut diduga dikerjakan dengan metode teknis yang tidak sesuai spesifikasi konstruksi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Kegiatan Kelompok (UPKK) GAPOKTAN Karya Sejati ini berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung, berdasarkan Nomor SPK 33.01.169.IRPOM/KPTS/PPK.LIP.2.9.1/SPK/06/2026 tertanggal 23 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekerjaan yang ditargetkan melayani lahan seluas 5 hektar ini berlangsung sejak 23 Juni hingga 31 Desember 2026.

Sorotan Metode Pekerjaan Lapangan
Hasil pemantauan langsung di lokasi menunjukkan indikasi kuat adanya pengabaian prosedur teknis pada tahapan struktur pondasi dasar.

Pemasangan struktur pondasi terekam langsung menumpuk besi bertulang di atas tanah tanpa didahului penataan lapisan lantai kerja (Lean Concrete / LC) maupun adukan dasar.

Secara kaidah teknis konstruksi fisik, ketiadaan lapisan lantai kerja berisiko tinggi terhadap ketahanan struktur.

Kondisi tersebut dapat memicu kelembapan tanah yang merusak beton, mempercepat korosi pada rangka besi, hingga menurunkan stabilitas bangunan dalam jangka panjang.

Hal ini memicu dugaan bahwa pengerjaan di lapangan mengabaikan petunjuk teknis (Juknis) maupun Detail Engineering Design (DED) yang ditetapkan.

Awak Media Berusaha Konfirmasi, Ketua Gapoktan Enggan Berkomentar
Guna menguji kebenaran informasi dan menerapkan asas keberimbangan berita (cover both sides), awak media telah berusaha melakukan konfirmasi kepada Ketua GAPOKTAN Karya Sejati di lokasi kegiatan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua GAPOKTAN belum memberikan keterangan ataupun tanggapan resmi terkait sorotan metode pengerjaan pondasi tersebut.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan Pesisir, Petani 4 Desa di Kampung Laut Gelar Tradisi Tasyakuran Bumi 2026

Desakan Pengawasan dan Evaluasi Teknis
Bantuan pemerintah yang ditujukan untuk mengairi lahan pertanian warga Karanggedang ini sangat vital bagi peningkatan produktivitas petani.

Keberlanjutan dan ketahanan fisik bangunan menjadi kunci agar manfaat bantuan negara ini tidak sia-sia.

Masyarakat serta pemerhati pembangunan setempat berharap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Tim Teknis Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung segera melakukan evaluasi dan peninjauan langsung ke lapangan.

Langkah korektif dinilai penting agar seluruh proses pengerjaan dikembalikan pada standar spesifikasi baku demi menjamin kualitas serta usia pakai bangunan.(Muknanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB