PANGANDARAN4/8/2026 – Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertajuk Healthy Tourism Village di kawasan Pantai Batu Hiu, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang bertempat di Pendopo Wisata Pantai Batu Hiu ini berfokus pada edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan serta pemanfaatan limbah lokal bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan para pelaku usaha setempat.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Pangandaran, meningkatnya kunjungan wisatawan di Pantai Batu Hiu berbanding lurus dengan melonjaknya volume sampah, terutama sampah plastik dan limbah kelapa muda. Menanggapi kondisi tersebut, akademisi Unpad hadir membawa solusi konkret melalui penguatan sistem pemilahan sampah dan inovasi daur ulang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Tim PPM Unpad, Nur Maziyya, menegaskan pentingnya membangun kesadaran pengelolaan sampah dari sumbernya melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya melalui pemilahan sejak awal. Dengan cara tersebut, proses pengolahan maupun pemanfaatan kembali sampah akan lebih mudah dilakukan,” ujar Nur Maziyya di sela-sela kegiatan.
Dalam aksi sosial ini, Fkep Unpad memboyong tim lintas disiplin yang melibatkan pakar dari Fakultas Peternakan serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, disokong oleh mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Sekitar 40 peserta yang terdiri dari perangkat desa, anggota Pokdarwis, hingga pedagang lokal antusias mengikuti jalannya materi. Mahasiswa MBKM Unpad turut memperagakan demonstrasi praktis pemilahan sampah organik, anorganik, hingga residu.
Tak sekadar teori pemilahan, tim Unpad juga mengenalkan strategi pengolahan limbah batok kelapa muda—salah satu sampah paling dominan di area pesisir Batu Hiu—menjadi ragam produk kerajinan tangan bernilai jual.
“Limbah batok kelapa yang selama ini menjadi salah satu sampah di kawasan wisata dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” tambah Nur Maziyya.
Langkah kolaboratif ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kehidupan sehat, sanitasi layak, pekerjaan layak, permukiman berkelanjutan, produksi bertanggung jawab, hingga kemitraan global.
Melalui gerakan “Sahabat Pilah”, Fkep Unpad berharap budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh secara permanen di kawasan Pantai Batu Hiu.
“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, pedagang, masyarakat, dan wisatawan diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan Healthy Tourism Village, sehingga Pantai Batu Hiu tidak hanya menjadi destinasi yang indah dan nyaman, tetapi juga bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sysfarras












