Darurat Kekerasan Anak di Pangandaran, DKBP3A Pasang Badan Tebar Perlindungan

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN (04/08/2026) – Kasus kekerasan seksual pada anak kembali membayangi Kabupaten Pangandaran. Menyikapi fenomena mengkhawatirkan ini, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmennya untuk berdiri paling depan dalam memperketat benteng perlindungan anak.

Kepala DKBP3A Pangandaran, Agus Maliana, menggarisbawahi bahwa penanganan isu ini bukan sekadar tugas pemerintah semata, melainkan kerja kolektif yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum, masyarakat, hingga lingkungan pendidikan untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujar Agus, Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerak Cepat Pendampingan Korban

Langkah cepat jajaran kepolisian dalam mengusut tuntas dugaan kasus kekerasan seksual mendulang apresiasi dari DKBP3A. Agus berharap proses hukum terhadap para terduga pelaku dapat terus berjalan secara transparan, profesional, dan berorientasi penuh pada kepentingan terbaik bagi korban.

Sejak awal laporan masuk, DKBP3A langsung menurunkan tim untuk memberikan penanganan komprehensif, meliputi:

  • Pendampingan Psikologis & Psikososial: Membantu memulihkan trauma emosional korban.
  • Bantuan Hukum: Mengawal hak-hak korban selama proses penegakan hukum berlangsung.
  • Layanan Kesehatan & Rehabilitasi: Memastikan kondisi fisik dan pemulihan sosial korban berjalan optimal. Seruan Lindungi Privasi Korban

Di tengah riuk dugaan kasus ini, DKBP3A memberikan peringatan keras kepada publik agar tidak menyebarkan informasi sensitif terkait korban.

“Privasi dan identitas anak harus dijaga ketat. Jangan sampai penyebaran foto, video, atau identitas korban di media sosial justru memicu trauma baru dan mengganggu proses pemulihannya,” tegas Agus.

Angka Kasus Anak Mendominasi, Pencegahan Dimulai dari Rumah

Data internal DKBP3A mengungkapkan fakta mengejutkan: mayoritas kasus kekerasan yang tercatat di Kabupaten Pangandaran menimpa usia anak. Temuan ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi dari level terbawah.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Pangandaran Permudah Layanan Peserta JKN Lewat PANDAWA, Mobile JKN hingga BPJS Keliling

Untuk menekan angka kekerasan, DKBP3A Pangandaran menyiapkan sejumlah strategi konkret:

  1. Penguatan Edukasi Keluarga: Mendorong pola pengasuhan positif dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
  2. Optimalisasi Jejaring Desa: Meningkatkan peran Forum Anak, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan Satgas PPA di tingkat desa.
  3. Layanan Pengaduan Responsif: Mempermudah akses masyarakat dalam melaporkan dugaan tindak kekerasan secara aman dan rahasia.

“Tidak ada toleransi untuk kekerasan terhadap anak. Kami mengajak para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan jangan ragu untuk melapor,” tutup Agus tegas.

Sysfarras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di duga pungutan 10 Ribu per siswa di SDN 2 Pejagoan dikeluhkan beberapa wali murid
Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Di duga pungutan 10 Ribu per siswa di SDN 2 Pejagoan dikeluhkan beberapa wali murid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB