PANGANDARAN, 05 Agustus 2026 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana semarak mulai terasa di Kabupaten Pangandaran. Sejumlah pedagang musiman yang menjual bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan mulai memadati bahu Jalan Raya Cijulang–Pangandaran, menawarkan aneka perlengkapan untuk menyambut perayaan 17 Agustus.
Deretan lapak sederhana yang dipenuhi bendera Merah Putih, umbul-umbul, backdrop bergambar Garuda Pancasila, hingga berbagai hiasan bernuansa merah putih menjadi pemandangan yang menarik perhatian para pengguna jalan. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa bulan kemerdekaan telah tiba sekaligus membawa harapan rezeki bagi para pedagang musiman.
Salah seorang pedagang, Dadang (43), mengatakan dirinya mulai membuka lapak sejak awal pekan ini. Menurutnya, berjualan lebih awal menjadi strategi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai mencari atribut kemerdekaan, baik untuk rumah, kantor, sekolah, tempat usaha, maupun lingkungan permukiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau sudah masuk bulan Agustus, permintaan bendera dan hiasan kemerdekaan pasti meningkat. Makanya saya mulai berjualan dari sekarang supaya masyarakat bisa memilih lebih leluasa,” ujarnya saat ditemui di lapaknya di Jalan Raya Cijulang–Pangandaran, Rabu (5/8/2026).
Berbagai ukuran bendera Merah Putih tersedia di lapaknya, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Selain itu, ia juga menjual umbul-umbul, backdrop kain, dekorasi merah putih, serta berbagai aksesori yang biasa digunakan untuk menghias gapura, kantor, sekolah, maupun lingkungan perumahan.
Harga yang ditawarkan cukup beragam, disesuaikan dengan ukuran dan kualitas bahan. Bendera dijual mulai puluhan ribu rupiah, sedangkan umbul-umbul dan dekorasi berukuran besar dipasarkan hingga ratusan ribu rupiah.
Dadang mengungkapkan, pembeli mulai berdatangan meski belum memasuki puncak musim penjualan. Sebagian besar merupakan warga yang ingin mengganti bendera lama, sementara lainnya berasal dari sekolah, instansi pemerintah, pelaku usaha, hingga panitia peringatan HUT RI di tingkat desa.
Ia memperkirakan lonjakan pembeli akan terjadi sekitar satu minggu menjelang 17 Agustus. Pada periode tersebut, permintaan biasanya meningkat tajam karena masyarakat mulai memasang bendera dan menghias lingkungan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan.
“Biasanya yang paling ramai itu seminggu sebelum 17 Agustus. Banyak yang membeli dalam jumlah banyak untuk dipasang di lingkungan, kantor, atau tempat usaha. Mudah-mudahan tahun ini penjualannya lebih bagus dibanding tahun lalu,” katanya.
Bagi para pedagang musiman, momen peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka berharap penjualan atribut kemerdekaan mampu memberikan hasil yang lebih baik.
Sementara itu, semakin banyaknya bendera Merah Putih yang berkibar di sepanjang Jalan Raya Cijulang–Pangandaran menjadi simbol tumbuhnya semangat nasionalisme di tengah masyarakat. Berbagai desa, sekolah, instansi, hingga komunitas mulai bersiap menyelenggarakan kerja bakti, menghias lingkungan, dan menggelar beragam perlombaan khas Agustusan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sysfarras












