Diduga Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan IRPOM Kelompok Tani Sri Rezeki Jadi Sorotan

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap 29/72026-Cahaya Nusantara – Pembangunan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, menjadi sorotan publik.

Proyek yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Sri Rezeki tersebut disinyalir menggunakan material pembesian yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis konstruksi.

Dugaan ketidaksesuaian ini terungkap setelah tim awak media Cahaya Nusantara melakukan penelusuran dan dokumentasi langsung di lokasi proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil pengamatan di lapangan, susunan besi tulangan pada dinding bangunan terindikasi menggunakan campuran beberapa jenis besi.

Selain itu, ukuran diameter (mm) besi utama yang terpasang diduga lebih kecil dari ketentuan standar teknis yang telah ditetapkan.

Kondisi tersebut kian menjadi perhatian serius lantaran sebagian struktur pembesian diketahui sudah terlanjur ditutup dengan pengecoran beton.

Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai kekuatan struktur fisik serta daya tahan fungsi irigasi dalam jangka panjang.

Guna menjaga keberimbangan informasi, tim media berusaha mengonfirmasi temuan tersebut kepada Ketua Kelompok Tani Sri Rezeki.

Namun, hingga Rabu (29/7/2026), yang bersangkutan belum memberikan respons baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat WhatsApp.

Tanggapan hanya diperoleh dari salah seorang pekerja proyek melalui pesan WhatsApp pada pukul 10.00 WIB.

“Ya maaf bos, itu tulang dinding kalau diluruskan standar bos. Cuman aku bikin silang-silang jadi kelihatan kurang,” dalih pekerja tersebut.

Meski demikian, penjelasan sepihak dari pekerja lapangan belum dapat membuktikan kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan.

Terlebih dengan adanya bagian struktur yang telah tertutup coran, pengujian dan uji petik fisik secara menyeluruh oleh pengawas lapangan serta tim teknis Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menjadi hal yang sangat mendesak.

Langkah evaluasi teknis ini penting untuk memastikan tidak ada indikasi pengurangan volume material maupun potensi kerugian keuangan negara.

Baca Juga:  Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

Apabila nantinya ditemukan bukti pelanggaran spesifikasi, diharapkan ada tindakan tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Awak media Cahaya Nusantara berkomitmen untuk terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini, termasuk mencari konfirmasi dari pihak-pihak berwenang—seperti pengawas kegiatan, pendamping teknis, hingga pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap—guna mendapatkan penjelasan resmi yang transparan.

Media Cahaya Nusantara juga tetap memegang teguh asas jurnalistik dengan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Ketua Kelompok Tani Sri Rezeki maupun instansi terkait, agar masyarakat menerima informasi yang utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Asep.sujana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ketiga Aksi AMPB di Kejari Pati Memanas, Teatrikal Keranda Mayat Dibakar Jadi Simbol
Formasi Karakter Generasi Muda: 667 Siswa SMPN 1 Maos Ikuti Pelatihan
Proyek Revitalisasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Rp732 Juta Disorot: Pekerja Abaikan APD
Proyek IRPOM Desa Kutasari Disorot: Keterlambatan Molen Ancam Homogenitas
Pondasi Klep Saluran Pembuangan Sungai Cilisung Rusak Parah
Memperingati Usia ke-125, Desa Patimuan Gelar Syukuran
Tanggapi Laporan Petani, PT Bayer Indonesia Turunkan Tim CIDT Tinjau Serangan Wereng di Patimuan
Respons Cepat Isu Perampasan Emas di Sekadau, Kajati Kalbar Perintahkan Pemeriksaan Internal
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:06 WIB

Hari Ketiga Aksi AMPB di Kejari Pati Memanas, Teatrikal Keranda Mayat Dibakar Jadi Simbol

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:45 WIB

Formasi Karakter Generasi Muda: 667 Siswa SMPN 1 Maos Ikuti Pelatihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Proyek Revitalisasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Rp732 Juta Disorot: Pekerja Abaikan APD

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:36 WIB

Diduga Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan IRPOM Kelompok Tani Sri Rezeki Jadi Sorotan

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:31 WIB

Proyek IRPOM Desa Kutasari Disorot: Keterlambatan Molen Ancam Homogenitas

Berita Terbaru