Tanggapi Laporan Petani, PT Bayer Indonesia Turunkan Tim CIDT Tinjau Serangan Wereng di Patimuan

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

PATIMUAN, CILACAP (28 Juli 2026) — Merespons laporan dari masyarakat tani terkait maraknya ancaman hama pada tanaman padi, petugas lapangan PT Bayer Indonesia, Randi, bersama tim Country Innovation Development Team (CIDT) yang diwakili oleh Andhika, turun langsung meninjau lokasi terdampak di wilayah Kecamatan Patimuan, Selasa (28/7).

Aksi tanggap di lapangan ini tidak hanya bertujuan untuk memetakan kondisi pertanaman yang terdampak, tetapi juga diisi dengan penyuluhan edukatif secara langsung kepada para petani guna menangani serangan hama secara efektif dan terukur.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pengendalian hama sangat bergantung pada pemahaman petani terhadap siklus hidup wereng yang tergolong amat singkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan wereng dari fase telur, nimfa, hingga menjadi serangga dewasa hanya membutuhkan waktu sekitar 25 hingga 30 hari.

Dinamika populasi yang terbilang cepat ini menuntut kewaspadaan tinggi serta pemantauan rutin di tingkat lahan.

Lebih lanjut, tim CIDT Bayer Indonesia mengedukasi para petani mengenai indikator visual serangan wereng di lapangan.

Ciri-ciri umum yang perlu diwaspadai meliputi perubahan warna daun menjadi menguning, tanaman yang mendadak layu, hingga fenomena hopperburn di mana daun padi mengering drastis seolah-olah terbakar.

Jika dibiarkan, serangan ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan bulir padi tidak berisi atau hampa saat masa panen.

Sebagai langkah penanganan, tim memberikan panduan praktis mengenai strategi pengendalian yang tepat, salah satunya melalui aplikasi pestisida yang efisien, terukur, dan sesuai dosis sasaran agar tidak merusak ekosistem pertanian lokal.

Peninjauan langsung di Kecamatan Patimuan ini kembali menegaskan komitmen berkelanjutan PT Bayer Indonesia untuk senantiasa hadir membawa solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi para petani di sawah.

Baca Juga:  Kelompok Tani Di Patimuan Gempur Hama Wereng Dengan Penyemprotan Masal

Melalui dukungan produk-produk perlindungan tanaman terbaik dan pendampingan teknis secara berkesinambungan, Bayer terus berupaya menjaga produktivitas lahan demi mendukung ketahanan pangan nasional.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ketiga Aksi AMPB di Kejari Pati Memanas, Teatrikal Keranda Mayat Dibakar Jadi Simbol
Formasi Karakter Generasi Muda: 667 Siswa SMPN 1 Maos Ikuti Pelatihan
Proyek Revitalisasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Rp732 Juta Disorot: Pekerja Abaikan APD
Diduga Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan IRPOM Kelompok Tani Sri Rezeki Jadi Sorotan
Proyek IRPOM Desa Kutasari Disorot: Keterlambatan Molen Ancam Homogenitas
Pondasi Klep Saluran Pembuangan Sungai Cilisung Rusak Parah
Memperingati Usia ke-125, Desa Patimuan Gelar Syukuran
Respons Cepat Isu Perampasan Emas di Sekadau, Kajati Kalbar Perintahkan Pemeriksaan Internal
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:06 WIB

Hari Ketiga Aksi AMPB di Kejari Pati Memanas, Teatrikal Keranda Mayat Dibakar Jadi Simbol

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:45 WIB

Formasi Karakter Generasi Muda: 667 Siswa SMPN 1 Maos Ikuti Pelatihan

Rabu, 29 Juli 2026 - 05:38 WIB

Proyek Revitalisasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Rp732 Juta Disorot: Pekerja Abaikan APD

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:36 WIB

Diduga Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan IRPOM Kelompok Tani Sri Rezeki Jadi Sorotan

Rabu, 29 Juli 2026 - 03:31 WIB

Proyek IRPOM Desa Kutasari Disorot: Keterlambatan Molen Ancam Homogenitas

Berita Terbaru