Nelayan Sungai dan Petani Desa Kaliwungu Desak BBWS Citanduy dan Pemkab Cilacap Lakukan Normalisasi

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

CILACAP, 25 JULI 2026 — Pendangkalan parah yang melanda alur Sungai Kalen Ori di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, melumpuhkan total urat nadi perekonomian warga lokal.

Aliran sungai yang menjadi jalur utama transportasi perairan darat bagi nelayan sungai/sungai lokal, pembudidaya sidat, hingga sarana angkut hasil panen petani kini nyaris tidak dapat difungsikan saat debit air surut.

Tebalnya endapan sedimentasi lumpur membuat perahu motor milik nelayan sungai kerap kandas di tengah alur sungai, sehingga memaksa mereka mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendorong perahu hingga ke daratan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibu Bupati Cilacap dan Pihak Berwenang, kami mohon bantuan untuk segera menormalisasi Sungai Kalen Ori. Nelayan di sini sangat sengsara kalau mau pulang mencari ikan di sungai.

Kami harus mendorong perahu sejauh 2 sampai 3 kilometer karena airnya habis, hanya tersisa endapan lumpur tebal,” ujar Ngadimun, perwakilan nelayan sungai Desa Kaliwungu.

Ancaman Sektor Perikanan Darat, Budidaya Sidat, dan Pertanian
Ngadimun menyuarakan keprihatinan mendalam atas kontrasnya kondisi infrastruktur sungai dengan potensi daerah.

Desa Kaliwungu selama ini dikenal luas sebagai salah satu kawasan potensi nelayan sungai serta sentra budidaya ikan sidat terbesar di Cilacap.

Namun, tidak adanya penanganan pendangkalan sungai mengancam keberlanjutan mata pencaharian warga pedalaman.

Dampak pendangkalan Sungai Kalen Ori secara signifikan melumpuhkan dua sektor utama perairan darat:
Sektor Nelayan Sungai & Budidaya Sidat:
Perahu nelayan lokal kandas dan tidak dapat menyusuri sungai secara efisien.

Keterlambatan aktivitas pencarian ikan mengganggu pasokan ikan sungai lokal dan mengancam rantai dingin budidaya sidat.

Sektor Pertanian & Logistik Padi:
Para petani di sepanjang bantaran sungai kesulitan mengangkut hasil panen padi menggunakan jalur air, sehingga memicu lonjakan biaya angkut dan melambatnya proses distribusi pascapanen.

Baca Juga:  Pekerjaan Oplah Karyamukti,B Jangraga Hampir Rampung, Penambahan Perbaikan Saluran Dipertanyakan

Urgent Call:
Pembagian Peran BBWS Citanduy dan Pemkab Cilacap
Guna mengurai permasalahan ini, warga masyarakat Desa Kaliwungu mendorong adanya tindakan nyata dari dua

institusi kunci:
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy

(Kementerian PUPR): Sebagai pemegang kewenangan teknis atas pemeliharaan, pengawasan, dan pengelolaan sungai di wilayah sungai terkait, BBWS Citanduy didesak untuk mengalokasikan anggaran dan menyusun langkah darurat pengerukan (normalisasi) sedimentasi Sungai Kalen Ori.

Pemerintah Kabupaten Cilacap: Selaku pemangku wilayah, Penjabat (Pj) Bupati Cilacap beserta Dinas PUPR dan Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap diharapkan bertindak proaktif dalam memfasilitasi audiensi, mengawal rekomendasi teknis, serta menjembatani aspirasi nelayan sungai lokal langsung ke BBWS Citanduy.

Warga berharap sinergi dan langkah cepat dapat segera direalisasikan sebelum pendangkalan sungai berdampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi masyarakat pedalaman di Kecamatan Kedungreja.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi
Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*
Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta
Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  
Polresta Banyumas Gagalkan Pencurian Kabel BTS Di Purwokerto, Dua Orang Diamankan
Panitia pilkades sidamulya tetapkan dpt sebanyak 3.514 pemilih terbagi menjadi 3 tps
Plang Larangan Merokok di Pangandaran Ramai Disorot, Dinkes Buka Suara: Bukan Sekadar Ancaman Sanksi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 10:42 WIB

Sebut Korupsi di Bogor Berakar Sistematis, Prof. Sutan Nasomal Minta KPK Jangan Basa-Basi

Sabtu, 26 September 2026 - 06:17 WIB

Ketua Presidium FPII dan Pengawas DPI Datangi Imigrasi Depok, disambut langsung Kakanim Depok*

Sabtu, 26 September 2026 - 06:13 WIB

Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Penggelapan Jual Beli Mobil, Korban Rugi Rp115 Juta

Sabtu, 26 September 2026 - 02:45 WIB

Lubang Perbaikan Jalan di Jalinsum Way Kanan Telan 10 Korban, Warga Tuntut Tindakan Cepat

Sabtu, 26 September 2026 - 01:53 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa Seorang Saksi Terkait Perkara Tata Kelola MBG di BGN  

Berita Terbaru