CILACAP24/8/2026 – Kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema hingga ke pelosok daerah.
Ribuan warga Desa Bringkeng, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, antusias menggelar aksi karnaval budaya megah yang mengangkat kearifan lokal serta nilai-nilai semangat perjuangan.
Karnaval yang melibatkan seluruh elemen masyarakat—mulai dari tingkat RT, RW, hingga peserta didik dari sejumlah sekolah di Desa Bringkeng—ini menjadi ajang unjuk kreativitas yang paling dinanti warga setempat.
Ketua Karang Taruna Desa Bringkeng, Ari Mustakim, mengungkapkan bahwa karnaval kali ini mengusung tema “Legenda Nusantara”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peserta diwajibkan menampilkan kreasi seni drama dan tarian yang diangkat dari cerita rakyat populer di Indonesia.
“Seluruh peserta mengenakan beragam pakaian adat lengkap dengan properti unik dan menarik.

Cerita rakyat yang dibawakan di antaranya Legenda Lembu Sora, Timun Emas, Danau Toba, Sangkuriang, Malin Kundang, Buto Ijo, hingga Candi Prambanan Roro Jonggrang,” terang Ari.
Keseruan semakin bertambah dengan hadirnya arak-arakan ogoh-ogoh berukuran besar hasil karya kreatif warga yang menghiasi barisan pawai.
Rombongan peserta berjalan menyusuri rute mulai dari titik awal Tugu Batas Desa Bojong-Bringkeng dan mengakhiri pawai di Lapangan Desa Bringkeng.
Apresiasi Pemdes dan Anggota DPRD
Kepala Desa Bringkeng, Misran, menyampaikan bahwa karnaval budaya ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan kemerdekaan di desanya.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Bringkeng telah melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari malam tirakatan menjelang 17 Agustus, upacara detik-detik proklamasi, hingga perlombaan di tiap lingkungan RT dan RW.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas keguyuban, kerukunan, dan kekompakan warga Bringkeng dalam menyukseskan perayaan HUT RI ke-81 ini sehingga berjalan dengan tertib, aman, dan lancar,” ungkap Misran.
Dukungan dan apresiasi tinggi juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Cilacap, Mashuri. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar hiburan masyarakat, melainkan momentum mempererat kebersamaan sekaligus sarana efektif menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada generasi muda.
“Karnaval ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain.
Selain melestarikan budaya, kegiatan seperti ini dapat dijadikan daya tarik wisata edukatif yang mampu meningkatkan nilai ekonomi UMKM di desa,” tutur Mashuri.
Geliat Ekonomi UMKM dan Penutupan Acara
Semarak perayaan kemerdekaan ini terbukti memberikan dampak positif signifikan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ramainya warga yang mengikuti dan menyaksikan pawai membuat aktivitas perdagangan meningkat drastis, sehingga omzet penjualan pedagang melonjak dibanding hari biasa.
Rangkaian kegiatan karnaval budaya ini ditutup secara meriah di Lapangan Desa Bringkeng dengan pengundian kupon doorprize dan penyerahan hadiah kepada tim pemenang oleh pihak penyelenggara.
Karnaval ini sukses menjadi wadah pemersatu warga dalam merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
(Bambang Hartoyo / Cilacap)












