Pencurian Janur dan Fenomena Kelapa Muda Ancam Industri Kopra di Patimuan

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

CILACAP 14/8/2026 — Industri pengolahan kopra kerakyatan di wilayah Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini berada di ambang krisis serius. Kombinasi antara maraknya aksi pencurian janur yang memicu pembusukan pohon, serta masifnya penjualan kelapa muda (dawegan), menyebabkan pasokan bahan baku kelapa tua merosot tajam.

Kondisi tersebut mengakibatkan banyak fasilitas pengeringan (oven) kopra milik warga di berbagai desa se-Kecamatan Patimuan terpaksa berhenti beroperasi secara bertahap.

Ancaman Kematian Pohon Akibat Pencurian Janur
Krisis bahan baku ini kian diperparah oleh maraknya tindak kejahatan pencurian janur (daun kelapa muda) yang menyasar pekarangan dan perkebunan warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tebasan paksa pada pupus pohon kelapa menyisakan luka terbuka yang menjadi pintu masuk serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros).

“Maraknya pencurian janur menyebabkan luka parah pada bagian daun muda atau pupus. Bekas tebasan pencuri itu mengundang hama kumbang untuk datang dan memakan bagian dalam pucuk pohon.

Akibatnya, puncak pohon membusuk perlahan-lahan hingga akhirnya pohon kelapa mati,” ungkap salah seorang warga pemilik pekarangan di Kecamatan Patimuan yang enggan disebutkan namanya.

Dampak dari kerusakan vegetatif ini sangat fatal, sebab populasi pohon kelapa produktif di Patimuan terus berkurang akibat mati berdiri, yang secara otomatis memutus pasokan buah kelapa dalam jangka panjang.

Eksploitasi Kelapa Muda Menggerus Stok Kopra
Di sisi lain, tren penjualan kelapa muda (dawegan) secara masif membuat kelapa yang tersisa untuk dijadikan bahan baku kopra kian langka dan melambung harganya.

Str, salah satu pelaku usaha pengolahan kopra di Patimuan, mengonfirmasi bahwa pola panen dini ini menjadi pemicu utama mengeringnya stok kelapa tua di tingkat lokal.

Baca Juga:  Warga kecamatan Kawunganten Cilacap Rasakan Getaran Gempa pada Rabu Malam (05/08/2026)

“Banyaknya pengambilan buah kelapa muda atau dawegan itu yang menyebabkan kelangkaan. Pohon-pohon kelapa dipetik lebih cepat saat buahnya masih muda untuk dijual langsung.
Akibatnya, hampir tidak ada lagi kelapa yang tersisa sampai tua untuk dijadikan bahan baku kopra,” tutur Str.

Petani dan Pengrajin Desak Pengawasan Pedagang Janur
Melihat ancaman ganda yang merusak mata pencaharian warga dan ekosistem perkebunan di Patimuan, para petani kelapa dan pengrajin kopra mendesak Pemerintah Kecamatan Patimuan serta instansi dinas terkait untuk segera turun tangan.

Para pemilik pohon menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai perdagangan janur guna memutus ceruk pasar bagi para pelaku pencurian.(Red)

Satu tanggapan untuk “Pencurian Janur dan Fenomena Kelapa Muda Ancam Industri Kopra di Patimuan”

  1. Agar para pemilik kebun tidak salah duga atau salah tangkap terhadap pelaku pencuri pupus kelapa atau Janur bahkan mungkin kelapa, alangkah baiknya selain diawasi secara ketat akan lebih efektif bila dipasang cctv. Karena dengan itu maka aktivitas setiap kegiatan baik manusia ataupun hewan dapat dipantau dengan jelas.. Kebun saya yang dalam pertumbuhan juga sudah mulai di rambah oleh pencuri…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB