Cilacap 23/72026— Pelaksanaan kegiatan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terus menunjukkan kemajuan positif.
Berdasarkan hasil peninjauan teknis di lapangan, pengerjaan konstruksi saluran irigasi yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dipastikan telah sesuai dengan standar kualifikasi dan rencana teknis yang ditetapkan. Kamais 23/07/2026.
Program P3-TGAI ini dilaksanakan menggunakan skema Swakelola Tipe IV, di mana seluruh tahapan—mulai dari perencanaan, pengerjaan fisik, hingga pengawasan—dilakukan secara mandiri oleh tim internal dari masyarakat petani (P3A) dengan pendampingan langsung oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI, Basuki, menyatakan bahwa evaluasi teknis dari tahap awal pengukuran hingga pemasangan bowplank menunjukkan kesesuaian yang presisi dengan gambar rencana.
“Sejauh ini pengerjaan berjalan sangat baik. Karena ini program Swakelola Tipe IV, teman-teman P3A memiliki tim perencanaan, tim pelaksana, dan tim pengawas sendiri. Dari awal saya melakukan pengukuran awal sampai pamasangan bowplank, semuanya sudah sesuai,” ujar Pak Basuki.

Spesifikasi Teknis & Volume Konstruksi
Pembangunan saluran irigasi ini menggunakan model saluran Tipe-U dengan rincian teknis sebagai berikut:
Model Konstruksi: Saluran U (Pasangan Batu)
Ketebalan Dinding: 30 cm
Ketinggian Dinding: 40 cm
Lebar Dasar Saluran: 40 cm
Komposisi Campuran: 1 : 4 (Pasangan batu) & 1 : 3 (Plesteran)
Target Panjang Saluran: 261 Meter (berpotensi melebihi target jika kondisi lapangan memungkinkan)
Basuki menambahkan, kondisi cuaca yang mendukung (tidak terhalang hujan) sangat membantu kelancaran pengerjaan fisik, sehingga volume pekerjaan diharapkan dapat tercapai 100% bahkan melampaui target.
Penekanan Kualitas & Dampak Ekonomi Bagi Petani
Selain ketepatan dimensi, aspek elevasi (kemiringan saluran) dari hulu ke hilir menjadi poin krusial yang terus diawasi agar aliran air berfungsi dengan optimal dan tidak menggenang.
“Harapan kami, teman-teman P3A dapat terus menjaga kualitas pekerjaan, dimensi, dan terutamanya elevasi. Elevasi harus diperhatikan betul dari hulu sampai hilir agar fungsi aliran air benar-benar lancar,” jelasnya.
Dengan terbangunnya saluran irigasi yang permanen dan terstruktur ini, diharapkan ketersediaan air untuk lahan pertanian warga menjadi lebih terjamin.
“Mudah-mudahan dengan adanya pembangunan ini, penghasilan masyarakat petani bisa meningkat. Yang mungkin saat ini baru bisa panen 2 kali dalam satu tahun, ke depan mudah-mudahan bisa ditingkatkan sampai 3 kali panen dalam setahun,” tutup Basuki.








