CILACAP16/8/2026 — Setiap kali musim kemarau tiba, bayang-bayang krisis air bersih selalu menjadi persoalan berulang bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Cilacap.
Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya secara rutin adalah Kecamatan Kawunganten. Minggu, 16/08/2026.
Kondisi geografis berupa kawasan daratan yang cukup tinggi dan sulit dijangkau oleh jaringanpipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) membuat warga di daerah ini harus berjuang ekstra demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat musim kemarau panjang, sumur-sumur warga mulai mengering, memaksa mereka mengandalkan bantuan air bersih atau mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.
PR Besar bagi Pemerintah Daerah dan Provinsi
Situasi tahunan ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sangat mendesak dan membutuhkan perhatian serius, baik dari Pemerintah Kabupaten Cilacap maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kebutuhan akan air bersih merupakan hak dasar masyarakat yang harus terpenuhi dalam situasi apa pun.
Oleh karena itu, penanganan darurat melalui droping air bersih saja dinilai belum cukup sebagai solusi jangka panjang.
Diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif dan berkelanjutan agar masyarakat tidak lagi mengalami krisis air bersih setiap kali musim kemarau datang.
Solusi Jangka Panjang yang Diharapkan
Sejumlah pihak mendegarkan agar pemerintah segera merealisasikan program infrastruktur air bersih yang menjangkau wilayah-wilayah sulit air, seperti:
Perluasan Jaringan Pipa dan Booster Pompa: Mengoptimalkan teknologi pompa tekan atau sumur bor dalam (deep well) di titik-titik strategis yang tidak terjangkau gravitasi jaringan PDAM eksisting.
Pembangunan Embung dan Waduk Desa: Memaksimalkan penampungan air hujan atau aliran sungai saat musim penghujan untuk diolah dan disalurkan saat kemarau.
Sistem PAMSIMAS yang Diperkuat:
Mengoptimalkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di tingkat desa agar pengelolaannya lebih mandiri dan merata.
Masyarakat Kawunganten dan wilayah terdampak lainnya tentu berharap kehadiran pemerintah—baik daerah maupun provinsi—dapat segera dirasakan secara nyata, sehingga mimpi buruk kekurangan air bersih di musim kemarau dapat segera teratasi untuk selamanya.
(S)












