CILACAP22/7/2026 – Praktik intimidasi dan pembungkaman keterbukaan informasi publik kembali terjadi.
Seorang oknum security Sentra Pelayanan Pertanian Guna (SPPG) Kunci di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, mendadak viral setelah secara sepihak menghalangi kerja jurnalistik awak media.
Bukan sekadar menghadang, oknum bernama Supriyadi tersebut nekat menyeret dan mencatut nama dua institusi negara untuk mengintimidasi wartawan yang hendak melakukan peliputan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau mau ke sini harus bawa surat izin dari Polsek dan Koramil,” gertak Supriyadi dalam video yang kini beredar luas dan memicu gelombang kecaman publik.
Tindakan arogan ini mengundang spekulasi liar di tengah masyarakat.
Publik mempertanyakan alasan di balik sikap alergi pers tersebut: Apa yang sebenarnya disembunyikan di dalam fasilitas SPPG Kunci hingga wartawan harus dihalang-halangi?
Polsek Sidareja Meradang, Panggil Seluruh Pengelola SPPG
Merespons tindakan nekat oknum security yang menjual nama aparat penegak hukum, Kapolsek Sidareja, AKP Amin Antalsa Subbiki, S.H., M.H., mengambil sikap tegas. Saat ditemui di kantornya pada Selasa (22/7/2026), AKP Amin memastikan akan mengusut tuntas motif di balik pencatutan nama institusinya.

“Kami akan panggil yang bersangkutan agar ada kejelasan dari oknum security tersebut yang sudah mencatut institusi kepolisian,” tegas AKP Amin.
Tak berhenti di situ, Polsek Sidareja bersama Koramil Sidareja juga melayangkan surat pemanggilan resmi kepada seluruh Kepala SPPG se-Kecamatan Sidareja guna menertibkan aturan main serta mencegah institusi TNI-Polri dijadikan “tameng” oleh pihak-pihak tertentu.
Insan Pers Bertanya: Ada “Backing” atau Cuma Gertak Sambal?
Aksi penghadangan ini memantik reaksi keras dari puluhan wartawan di Kabupaten Cilacap.
Mereka menegaskan bahwa SPPG didirikan dan beroperasi menggunakan uang rakyat, sehingga masyarakat berhak tahu transparansi pengelolaannya melalui peliputan media.
Sejumlah awak media mendesak agar kasus ini dibongkar secara terang benderang tanpa ada yang ditutupi.
Kami mempertanyakan motif utamanya.
Apakah ada oknum tertentu yang bermain dan menjadi backing di balik operasional SPPG, atau memang mereka sengaja mencatut nama Polsek dan Koramil sekadar untuk menakut-nakuti wartawan?” ujar salah satu perwakilan wartawan Cilacap.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Kunci Sidareja masih memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait aksi penghentian paksa peliputan tersebut.(Red)








