Batukaras Surf Festival 2026 Diikuti 153 Peselancar dari 12 Negara, Budaya Sunda Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN10/8/2026 – Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali menjadi magnet bagi para peselancar dunia melalui Batukaras Surf Festival 2026. Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, festival surfing ini tampil berbeda dengan mengangkat kekayaan seni dan budaya Sunda sebagai bagian utama dari rangkaian kegiatan.

Batukaras Surf Festival 2026 digelar selama empat hari, 6–9 Agustus 2026, dengan melibatkan 153 peserta dari 12 negara. Selain menjadi arena kompetisi surfing, festival tahun ini juga dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus mendekatkan kegiatan pariwisata dengan masyarakat sekitar.

Ketua Panitia Batukaras Surf Festival 2026, Ucup, mengatakan konsep penyelenggaraan tahun ini sengaja diarahkan untuk lebih menonjolkan kearifan lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pada dua edisi sebelumnya, yakni 2024 dan 2025, festival lebih banyak diwarnai pertunjukan musik untuk kalangan anak muda. Sementara pada tahun ketiga, panitia ingin memberikan porsi lebih besar terhadap seni dan budaya Sunda.

“Untuk tahun ini konsepnya kita lebih memunculkan seni budaya. Karena dari tahun ke tahun kita lebih fokus ke surfing-nya,” ujar Ucup di Batukaras, Minggu (9/8/2026).

Meski konsep acara diperkuat dengan unsur budaya, format kompetisi surfing tetap dipertahankan. Panitia tidak melakukan perubahan terhadap alur maupun struktur pertandingan yang telah menjadi ciri Batukaras Surf Festival.

Perubahan lebih diarahkan pada atmosfer festival agar peserta dan masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan surfing, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya dan hiburan.

Hiburan Gratis untuk Masyarakat Batukaras

Sinergi dengan masyarakat lokal menjadi salah satu perhatian panitia dalam penyelenggaraan Batukaras Surf Festival 2026.

Setiap malam, panitia menghadirkan pertunjukan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Beragam kesenian lokal ditampilkan secara bergantian selama festival berlangsung.

Pada malam pertama, masyarakat disuguhi Parade Nasi Liwet. Kemudian malam kedua menghadirkan kesenian Ronggeng Gunung, sedangkan malam penutupan dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Golek.

Ucup mengatakan, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya panitia agar festival tidak hanya dinikmati oleh peserta dan wisatawan, tetapi juga memberikan ruang hiburan bagi masyarakat Batukaras.

“Nah, untuk tahun ini kita pengin lebih mendekatkan diri sama lokal setempat. Terus kita pengin ngasih fasilitas hiburan untuk warga setempat juga. Jadi ya untuk bisa menghibur warga setempat intinya,” katanya.

Empat Kategori Perebutkan Hadiah Rp60 Juta

Dari sisi kompetisi, Batukaras Surf Festival 2026 tetap menjadi ajang bergengsi bagi para peselancar. Tahun ini, panitia menyiapkan total hadiah Rp60 juta lengkap dengan trofi.

Kompetisi dibagi ke dalam empat kategori, yakni Shortboard putra-putri, Longboard putra-putri, Cook, dan Legend.

Baca Juga:  Diduga Pekerjaan P3-TGAI di Desa Mekarsari Kurang Sesuai Spesifikasi, Ketua Kelompok Belum Dapat Dikonfirmasi

Kategori Cook diperuntukkan bagi peselancar yang kerap berkunjung ke Batukaras, tetapi belum pernah merasakan atmosfer pertandingan. Sementara kategori Legend menjadi wadah bagi peselancar senior lokal Batukaras.

“Kita bikin wadahnya buat orang-orang kota yang sering ke Batukaras. Supaya mereka bisa merasakan gimana sih vibes-nya berkompetisi. Legend itu buat orang Batukaras yang sudah tua,” jelas Ucup.

Ombak Batukaras Jadi Daya Tarik Peselancar Mancanegara

Popularitas Batukaras di kalangan peselancar internasional tidak terlepas dari karakter ombaknya.

Ucup menyebut Batukaras memiliki ombak yang cocok untuk nomor longboard. Ombaknya cenderung memanjang dan memiliki karakter yang relatif tidak cepat pecah sehingga memberikan ruang bagi peselancar untuk melakukan manuver.

“Enggak banyak ombak di Indonesia yang bagus buat longboard. Batukaras salah satunya,” ujarnya.

Menurut Ucup, Batukaras bahkan sempat direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan ajang World Surf League (WSL). Namun, rencana tersebut batal terlaksana.

“Tahun ini harusnya ada World Surf League juga di sini, kayak World Cup-nya surfing. Tapi enggak tahu kenapa batal,” katanya.

Batukaras Surf Club Cetak Peselancar Muda

Di balik geliat kompetisi surfing, pembinaan atlet usia dini juga menjadi perhatian di Batukaras.

Batukaras Surf Club yang telah berdiri sejak era 1980-an menjadi salah satu wadah pembinaan peselancar lokal. Sejumlah tokoh seperti Om Dendi Darman dan Om Lucky turut merintis keberadaan klub tersebut.

Hingga kini, kegiatan pembinaan terus dilakukan melalui surf lesson untuk anak-anak. Setiap Sabtu, Batukaras Surf Club menggelar latihan khusus bagi peselancar cilik atau grom berusia 4 hingga 16 tahun.

Ucup mengatakan, pembinaan sejak usia dini penting untuk menjaga keberlanjutan regenerasi peselancar Batukaras.

“Menurut saya Batukaras salah satu tempat yang mempunyai grom paling banyak di Indonesia. Sayang kalau punya bibit banyak tapi enggak ada yang taking care. Makanya kita bikin training buat anak-anak kecil,” tuturnya.

Batukaras Surf Festival 2026 sekaligus menandai tahun ketiga sejak kompetisi surfing di Batukaras dikembangkan menjadi sebuah festival pada 2024.

Namun, tradisi kompetisi surfing di kawasan tersebut sebenarnya telah berlangsung jauh sebelumnya. Mang Bali disebut menjadi salah satu tokoh yang memelopori kompetisi surfing di Batukaras sejak belasan tahun silam.

Penyelenggaraan Batukaras Surf Festival 2026 tahun ini juga mendapat dukungan dari Yanagawa Sokai, perusahaan asal Jepang.

Dengan perpaduan kompetisi surfing internasional, pembinaan peselancar muda, serta penguatan seni dan budaya Sunda, Batukaras Surf Festival diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Kabupaten Pangandaran.

Sysfarras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB