Kebumen, Jawa Tengah 25/8/2026 — Rencana keberangkatan sekitar 500 warga Kabupaten Kebumen ke Jakarta pada 27 Agustus 2026 untuk mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat. Isu ini viral setelah diunggah oleh akun media sosial “Wong Ngapak Real” dan ramai diperbincangkan di grup “Berita Kebumen”.
Dalam unggahan tersebut tertulis: “500 Warga Kebumen siap ke Jakarta 27 Agustus Dukung Program Prabowo, Tolak Aksi yang berpotensi memicu Provokasi!” Gambar yang menyertai memperlihatkan sekelompok warga membawa spanduk DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen dengan tagline “Kabupaten lain Mendukung, Kebumen malah Melawan!”
Dua Kubu Muncul di Kebumen
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kubu pertama tampak menggelar aksi dukungan. Mereka membawa poster bertuliskan “KEBUMEN BERSATU: SIAP BERANGKAT KE JAKARTA. DUKUNG PRABOWO: NBG, SWASEMBADA PANGAN, SUBSIDI PUPUK. 27 AGUSTUS 2026”. Beberapa spanduk lain juga terlihat seperti “TANI MERDEKA” dan “DARI NGROPAK UNTUK INDONESIA”.
Namun di sisi lain, muncul penolakan dari warga.
Warganet Kebumen: “Jangan Bawa-Bawa Nama Kebumen”
Kolom komentar di grup “Berita Kebumen” dipenuhi reaksi keras dari warganet. Mayoritas menolak jika aksi tersebut mengatasnamakan seluruh warga Kebumen.
“Wong 500 kue mewakili sapa, aku wong kebumen tapi ora merasa terwakili” tulis akun Mukhtaris yang mendapat 9 suka.
“Saya sebagai rakyat kebumen tidak mendukung mbg karena mbg ladang korupsi” komentar Lusi Chin.
“Itu orang bayaran jangan bawa2 orang kebumen saya warga kebumen mendukung orang Pati maju terus jangan kasih ampun pra koruptor” tulis Bocahsawah Sawah.
Komentar lain juga menyorot dugaan motif politik. “saya malu sebagai warga kebumen bukanya ikut demo perampasan aset malah demo ompreng sana” tulis akun Anda Bijak. Sementara Sahran Alfarizki menulis: “Programe Prabowo Program Korupsi, Maaf aq tidak merasa mewakilkan dan ra pengin di wakili, grombolan pendukung koruptor”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DPD Tani Merdeka Kabupaten Kebumen maupun pemerintah daerah terkait rencana keberangkatan dan pendanaan aksi ke Jakarta tersebut.
Aksi pro dan kontra ini menunjukkan bahwa dinamika politik nasional juga berdampak langsung ke daerah. Nama “Kebumen” kini menjadi perbincangan karena tarik ulur dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat.(Nugroho)












