Dugaan Deviasi Spesifikasi Teknis Proyek OPJIT Tengger Jaya: Soroti Metode Pemadatan dan Metodologi Sub-base Saluran Irigasi

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIAMIS 21/8/2026— Pelaksanaan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (OPJIT) Tahun Anggaran 2026 oleh Kelompok Tani Tengger Jaya di Desa Tenggerraharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, memicu sorotan publik terkait akuntabilitas dan jaminan mutu konstruksi.

Proyek yang dibiayai APBN ini diduga mengalami deviasi pelaksanaan terhadap Petunjuk Teknis (Juknis), gambar kerja potongan melintang, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan investigasi lapangan dan komparasi dokumen perencanaan, terdapat dua poin krusial yang disinyalir menyimpang dari spesifikasi teknis bangunan air:
Dugaan Batalnya Realisasi Pemadatan Mekanis (Plate Compactor):
Sesuai alokasi anggaran RAB, item pekerjaan mencakup sewa stamper (pemadat mekanis) untuk rekayasa geoteknik dasar.
Alat ini dipersyaratkan untuk memadatkan subgrade (tanah dasar galian) sebelum pemasangan pasir urug, serta pemadatan kembali tanah timbunan (backfill) pada bahu saluran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses ini vital untuk mengantisipasi differential settlement (penurunan tanah tidak merata) dan risiko pergeseran lateral (slope failure). Namun, indikasi penggunaan pemadat mekanis disinyalir tidak terealisasi di lapangan.

Discrepancy Material Lapisan Landasan Saluran (Bedding Layer):
Acuan gambar kerja potongan melintang (P.0) mewajibkan landasan lantai saluran menggunakan sand bedding (pasir urug) setebal 5 cm yang berfungsi sebagai lapisan drainase dan peredam tegangan struktural.

Di lokasi kerja, konstruksi dasar diduga langsung diaplikasikan adukan semen beragregat kasar (lean concrete atau batu pecah kecil).
Perubahan metodologi ini berisiko memicu retak suplesi dan penurunan kekedapan air akibat distribusi beban yang tidak terevaluasi.

Deviasi pada metodologi konstruksi ini berpotensi mereduksi efisiensi hidrolis serta memperpendek umur teknis (service life) infrastruktur irigasi dalam menahan beban erosi internal maupun tekanan hidrostatik.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi dan Ketahanan Pangan Pesisir, Petani 4 Desa di Kampung Laut Gelar Tradisi Tasyakuran Bumi 2026

Atas temuan tersebut, Balai Pelatihan dan Informasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Bandung beserta Pemerintah Kabupaten Ciamis didorong untuk segera menginstruksikan tim audit teknis guna melakukan pengawasan mutu (quality control) dan verifikasi faktual.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar seluruh alokasi anggaran direalisasikan secara presisi demi menjamin keberlanjutan pasokan air bagi kawasan pertanian penerima manfaat.

( Tim,red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB