PANGANDARAN — Kabupaten Pangandaran menorehkan prestasi di tingkat Jawa Barat setelah meraih Juara 3 West Java Investment Challenge (WJIC) 2025 kategori Best Investment Project for Basic Infrastructure. Penghargaan ini menjadi peluang bagi Pangandaran untuk memperkuat investasi, pembangunan infrastruktur dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghanny Fahmi Basyah, mengonfirmasi capaian tersebut kepada awak media, Kamis (20/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ghanny, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa proyek infrastruktur dasar Pangandaran memiliki daya tarik investasi dan berpeluang mendukung percepatan pembangunan daerah.
«“Capaian meraih Juara 3 ini menjadi bukti bahwa proyek pengembangan infrastruktur dasar di Pangandaran memiliki daya tarik investasi yang tinggi dan siap mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Ghanny.»
Infrastruktur Jadi Kunci Investasi Pangandaran
Ghanny mengatakan kebutuhan pembangunan infrastruktur Pangandaran masih cukup besar, sementara kemampuan anggaran daerah terbatas. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan investor diperlukan untuk mempercepat pembangunan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, peluang investasi terbuka di sektor pariwisata, perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, restoran, ekonomi kreatif dan infrastruktur.
“Berbagai persoalan yang ada di Pangandaran harus dicarikan solusi secara bersama-sama. Jangan sampai potensi yang kita miliki besar, tetapi belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD,” kata Ghanny.
Ia menilai kualitas infrastruktur, konektivitas antarwilayah, akses kawasan wisata, transportasi dan pelayanan publik perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing serta menarik investor.
Investasi Didorong Tingkatkan PAD Pangandaran
Ghanny menegaskan investasi tidak boleh berhenti pada masuknya modal, tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kemampuan fiskal Kabupaten Pangandaran.
Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak hanya dilakukan melalui pungutan, tetapi juga dengan memperluas basis ekonomi dan menciptakan aktivitas usaha baru.
Investasi yang berkembang diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi, membuka lapangan kerja, menaikkan pendapatan masyarakat dan memperkuat sumber penerimaan daerah.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana investasi masuk, tetapi bagaimana investasi tersebut memberikan dampak terhadap masyarakat dan meningkatkan kemampuan fiskal daerah,” ungkapnya.
WJIC Jadi Momentum Promosi Investasi
Ajang West Java Investment Challenge 2025 menjadi momentum bagi Pangandaran untuk memperkenalkan proyek potensial dan membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas.
Ghanny berharap capaian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Kabupaten Pangandaran.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek agar investasi yang ditawarkan menarik, layak secara ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pangandaran Perkuat Infrastruktur dan Investasi
Sebagai daerah wisata, Pangandaran memiliki modal ekonomi yang kuat. Namun, potensi tersebut harus ditopang infrastruktur, kepastian regulasi dan ekosistem investasi yang sehat.
Karena itu, sinergi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia usaha, investor dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat pembangunan.
Prestasi WJIC 2025 diharapkan menjadi langkah awal memperluas promosi potensi investasi Pangandaran. Dengan kekuatan pariwisata, infrastruktur, perdagangan, jasa dan ekonomi kreatif, Pangandaran memiliki peluang meningkatkan daya saing dan PAD. Kuncinya adalah mengubah peluang investasi menjadi proyek nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Sysfarras












