SIDAREJA, CILACAP 10/8/2026 — Dugaan penyimpangan bestek pada proyek Irigasi Perpompaan (Irpom) GAPOKTAN Karya Sejati di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap (APBN Rp 155.700.000,-) kian terang benderang.
Bukti foto awal dan pengakuan Konsultan Perencana menguatkan indikasi pelanggaran fisik di lapangan.
Bukti Foto Awal & Pengecoran Langsung Tanpa Lantai Kerja
Dokumentasi visual otentik sejak awal galian menunjukkan rangkaian besi cakar ayam (foot plat) diletakkan langsung di atas tanah tanpa lapisan beton lantai kerja (Lean Concrete/LC) maupun beton decking.
Besi yang digunakan disinyalir kuat menggunakan besi di bawah spesifikasi (“besi kurus”).
Parahnya, struktur bawah bermasalah ini langsung disiram adukan cor cair—diduga sengaja untuk menutupi (cover up) susunan besi tak sesuai standar sebelum diperiksa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsultan Perencana Benarkan Pengecekan & Teguran Lapangan
Temuan foto media ini berbanding lurus dengan konfirmasi Konsultan Perencana, Aan.
Lewat pesan WhatsApp, Aan mengonfirmasi telah melakukan sidak pada Kamis (6 Agustus 2026) dan menegur pihak pelaksana.


“Saya ke lokasi untuk memastikan apa yang diberitakan oleh beberapa media terkait pembesian yang tidak sesuai spesifikasi. Saya sudah mengingatkan kepada Poktan/UPKK supaya diameter pembesian harus disesuaikan dengan spesifikasi,” aku Aan.
Aan menegaskan besi wajib berstandar SNI (diameter 12 mm, 10 mm, dan 8 mm) serta wajib menggunakan lantai kerja (LC) sebelum dicor.
Hak Jawab Sepihak Media Lain Cacat Verifikasi Teknis
Pengakuan konsultan ini sekaligus menelanjangi langkah beberapa media lokal yang mendadak menayangkan “hak jawab” dari Kelompok Tani dengan klaim “sudah sesuai RAB”.
Penerbitan hak jawab tersebut dinilai cacat kaidah pers karena menelan mentah-mentah klaim pelaksana tanpa mengonfirmasi Konsultan Perencana dan tanpa pembuktian fisik di lapangan.
BPP Sidareja Bungkam, Pembangunan Dikebut Ke Struktur Atas
Meski masalah struktur bawah belum terbukti diperbaiki, pelaksana justru mengebut pengerjaan ke struktur atas (pasangan dinding bata dan kolom lantai dua).
Sementara itu, pihak BPP Sidareja (Pak Bambang) tetap bungkam saat dikonfirmasi via WhatsApp, dan Ketua GAPOKTAN Karya Sejati (Sudiman) justru melontarkan tudingan mencederai profesi wartawan (“Saya berpikir belum dapat jatah”).
Tim Media Siapkan Laporan Resmi ke PPK & APH
Atas temuan bukti foto galian awal, pengakuan konsultan, dan pengerjaan yang terus dikebut, tim awak media beserta lembaga kontrol sosial akan menyerahkan berkas laporan resmi kepada PPK Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Balai Pengelolaan Lahan & Irigasi Bandung, serta Aparat Penegak Hukum (APH) guna pengujian fisik secara menyeluruh.
Redaksi












