Cilacap 8/8/2026 Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam tiga bulan terakhir kian memprihatinkan
Ratusan hektar lahan persawahan di Dusun Binangun Baru, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, mendadak gersang hingga tanahnya retak-retak.
Kondisi ini memaksa tanaman padi berusia 2 hingga 3 bulan mengalami puso atau gagal panen. Ironisnya, sebagian besar tanaman padi tersebut sebenarnya sudah mendekati masa panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun akibat ketiadaan pasokan air, tanaman padi perlahan mengering dan mati.
Tanah Retak Kedalaman 30 Sentimeter
Pantauan di lapangan menunjukkan area persawahan yang biasa tergenang air kini mengering total.
Retakan tanah di area ini cukup parah, mencapai lebar 10 sentimeter dengan kedalaman hingga 30 sentimeter.
Para petani setempat kini hanya bisa pasrah membiarkan tanamannya mati begitu saja.
Akibat bencana kekeringan ini, tak sedikit petani yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.


“Saat musim hujan sawah kami terendam, tapi kalau kemarau justru krisis air. Saat ini sekitar 150 hektar sawah kering total.
Ini terjadi setiap tahun karena sawah kami mengandalkan tadah hujan,” ungkap ,Tumiran Sumarto salah satu petani setempat.
Hal senada disampaikan Turyono, Ketua Kelompok Tani Mina Tirta.
Ia mengamini bahwa krisis air selalu menjadi bayang-bayang menakutkan yang merenggut hasil jerih payah petani tiap tahunnya.
Desak Pemerintah Bangun Irigasi
Dengan potensi kemarau yang diperkirakan masih berlanjut hingga September mendatang, ancaman perluasan wilayah terdampak kekeringan semakin nyata.
Melihat situasi yang terus berulang, warga dan kelompok tani Dusun Binangun Baru sangat berharap Pemkab Cilacap, Pemprov Jawa Tengah, hingga Kementerian Pertanian segera mengambil langkah nyata.
Warga mendesak pembangunan saluran irigasi permanen sebagai solusi jangka panjang agar mereka tak lagi menjadi langganan gagal panen.(Bambang hartoyo)












