Sawah Retak di Cilacap, Petani Banting Setir Pasrah Rugi Puluhan Juta

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Cilacap 8/8/2026 Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam tiga bulan terakhir kian memprihatinkan

Ratusan hektar lahan persawahan di Dusun Binangun Baru, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, mendadak gersang hingga tanahnya retak-retak.

Kondisi ini memaksa tanaman padi berusia 2 hingga 3 bulan mengalami puso atau gagal panen. Ironisnya, sebagian besar tanaman padi tersebut sebenarnya sudah mendekati masa panen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun akibat ketiadaan pasokan air, tanaman padi perlahan mengering dan mati.

Tanah Retak Kedalaman 30 Sentimeter
Pantauan di lapangan menunjukkan area persawahan yang biasa tergenang air kini mengering total.

Retakan tanah di area ini cukup parah, mencapai lebar 10 sentimeter dengan kedalaman hingga 30 sentimeter.

Para petani setempat kini hanya bisa pasrah membiarkan tanamannya mati begitu saja.

Akibat bencana kekeringan ini, tak sedikit petani yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Saat musim hujan sawah kami terendam, tapi kalau kemarau justru krisis air. Saat ini sekitar 150 hektar sawah kering total.

Ini terjadi setiap tahun karena sawah kami mengandalkan tadah hujan,” ungkap ,Tumiran Sumarto salah satu petani setempat.

Hal senada disampaikan Turyono, Ketua Kelompok Tani Mina Tirta.

Ia mengamini bahwa krisis air selalu menjadi bayang-bayang menakutkan yang merenggut hasil jerih payah petani tiap tahunnya.

Desak Pemerintah Bangun Irigasi
Dengan potensi kemarau yang diperkirakan masih berlanjut hingga September mendatang, ancaman perluasan wilayah terdampak kekeringan semakin nyata.

Melihat situasi yang terus berulang, warga dan kelompok tani Dusun Binangun Baru sangat berharap Pemkab Cilacap, Pemprov Jawa Tengah, hingga Kementerian Pertanian segera mengambil langkah nyata.

Warga mendesak pembangunan saluran irigasi permanen sebagai solusi jangka panjang agar mereka tak lagi menjadi langganan gagal panen.(Bambang hartoyo)

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Air Bersih, KPH Banyumas Barat Siapkan Pos Pamhut Terpadu di Kubang Kangkung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB