Sidareja kamis 23 juli 2026 – Menanggapi dinamika di lapangan serta beredarnya video viral terkait peliputan media, Kapolsek Sidareja mengambil langkah cepat dengan mengundang seluruh Kepala SPPG se-Kecamatan Sidareja.
Pertemuan yang dikemas dalam forum “Silaturahmi Kamtibmas Bersama Seluruh Kepala SPPG dan Pers” ini berlangsung di Aula Teratai Polsek Sidareja, Kabupaten Cilacap.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sidareja AKP Amin, serta dihadiri Danramil Sidareja Kapten Inf Agus S., Camat Sidareja yang diwakili Kasi Trantib, Ketua Paguyuban SPPG Se-Kecamatan Sidareja Bapak Gunawan, Mutiara, sekuriti Supri, seluruh Kepala SPPG se-Kecamatan Sidareja, serta jajaran awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah cepat ini diambil untuk meluruskan kesalahpahaman mengenai isu regulasi surat izin peliputan, sekaligus memberikan penekanan dan edukasi mendalam terkait pentingnya penerapan etika bertamu dan penerimaan tamu, baik dalam interaksi kedinasan maupun hubungan kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kapolsek Sidareja AKP Amin meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat dengan menegaskan bahwa pihak TNI maupun Kepolisian tidak pernah menerbitkan surat izin peliputan bagi insan pers, karena kewenangan izin yang dikeluarkan pihak kepolisian semata-mata adalah Surat Izin Keramaian.
Lebih lanjut, Kapolsek menggarisbawahi bahwa kunci utama dalam penerimaan tamu dan interaksi sosial adalah saling menjaga etika dan tata krama.
“Kami pertegas bahwa Polsek tidak pernah dan tidak berwenang mengeluarkan surat izin peliputan.
Namun, inti dari permasalahan ini adalah bagaimana kita semua saling menjaga etika.
Siapa pun yang datang bertamu—baik awak media, masyarakat, maupun perwakilan instansi—harus diterima dengan etika bertamu yang sopan dan santun.
Sebaliknya, pihak yang bertamu pun hendaknya mengedepankan etika, kesopanan, serta maksud kunjungan yang jelas,” tegas AKP Amin.
Senada dengan Kapolsek, Danramil Sidareja Kapten Inf Agus S. bersama Kasi Trantib yang mewakili Camat Sidareja menegaskan bahwa kepatuhan terhadap tata krama merupakan benteng utama untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman di lapangan.
Jajaran Forkopimcam Sidareja mengimbau seluruh pimpinan unit usaha untuk senantiasa membina personel di bawahnya, khususnya petugas keamanan (security), agar dapat berkomunikasi secara profesional, komunikatif, dan humanis.
Sementara itu, Ketua Paguyuban SPPG Se-Kecamatan Sidareja Bapak Gunawan, selaku perwakilan dari seluruh Kepala SPPG, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan akibat berita yang sudah beredar dan viral di media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut memberikan klarifikasi terkait standar operasional di area kerja SPPG.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pemberitaan yang sudah beredar dan viral.
Perlu kami luruskan bahwa sesuai SOP yang berlaku di area SPPG—baik untuk pihak eksternal maupun internal—diwajibkan mengikuti prosedur pengamatan, pemeriksaan utama, hingga penggeledahan demi keamanan terlebih dahulu sebelum diperbolehkan masuk.
Namun, kami mengakui bahwa penyampaian oleh petugas kami di lapangan mungkin cara menyampaikannya kurang pas,” ungkap Gunawan.
Senada dengan Gunawan, Mutiara serta petugas sekuriti Supri juga turut menyampaikan permohonan maaf terkait etika penerimaan tamu dan penyampaian di lapangan.
Supri secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kekurangtepatan tutur kata atau sikap saat bertugas di lapangan, serta menyadari pentingnya mengedepankan kesopanan, keramahan, dan etika komunikasi dalam menyambut setiap tamu maupun insan pers yang berkunjung.
Seluruh pihak pengelola dan Kepala SPPG berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan pembinaan internal kepada para petugas keamanan (security) agar penegakan SOP di lapangan tetap mengedepankan etika, kesopanan, dan tata krama saat berinteraksi dengan insan pers maupun masyarakat luas.
Melalui silaturahmi ini, Forkopimcam Sidareja berharap terjalin sinergitas yang semakin harmonis, saling menghargai, dan selalu mengedepankan etika dalam berkomunikasi demi terciptanya kondusivitas di wilayah Kecamatan Sidareja.
Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan sinergitas yang makin erat.(Red)








