95 Hektar Sawah Mangunjaya Terancam Gagal Panen: Sawah Kering Keroncong, Birokrasi Sibuk Lempar Kewenangan!

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN 5/8/2026 – Jeritan ratusan petani di Dusun Gimbal dan Bantarhuni Gerendong, Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, kian memuncak.

Di tengah ancaman krisis air yang membayangi sekitar 95 hektar lahan persawahan, mereka tidak hanya berhadapan dengan ancaman kekeringan, tetapi juga tembok tebal birokrasi yang dinilai tebang pilih dan diskriminatif.

Akar persoalannya bermula dari rusaknya saluran irigasi sekunder yang tak kunjung tersentuh perbaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, bukannya respon cepat yang didapat, para petani justru “dipingpong” oleh aturan administratif dan perbedaan mekanisme pengusulan yang membingungkan.

Diskriminasi Kebijakan: Ada Apa Antara Sukamaju dan Mangunjaya?
Keraguan publik meletup ketika para petani menemukan fakta janggal di lapangan. Di wilayah tetangga, Desa Sukamaju, kelompok tani diberi ruang untuk mengusulkan langsung perbaikan saluran sekunder ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Anehnya, pintu yang sama seolah dikunci rapat bagi petani Mangunjaya. Saat mengajukan permohonan serupa, mereka justru diredam dengan alasan klasik: Saluran sekunder Mangunjaya adalah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Perbedaan perlakuan yang mencolok ini memicu amarah dan rasa ketidakadilan di tingkat tapak.

“Kalau di Sukamaju kelompok tani bisa usul langsung ke BBWS Citanduy, kenapa di Mangunjaya ditolak dan dilempar ke Provinsi? Kami dapat penjelasan karena kewenangan provinsi.

Kami minta penjelasan transparan! Jangan sampai petani Mangunjaya merasa dianaktirikan hanya karena permainan batas kewenangan!” tegas salah seorang petani dengan nada sengit.

Petani Butuh Air, Bukan Debat Regulasi!
Ancaman gagal panen di depan mata merupakan kerugian riil yang mengancam isi piring masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

Bagi petani, perdebatan status aset dan wewenang antara Pemkab Pangandaran, Pemprov Jabar, maupun BBWS Citanduy sama sekali tidak menyelesaikan perut yang lapar dan tanah yang pecah-pecah.

Baca Juga:  Hari Ketiga Aksi AMPB di Kejari Pati Memanas, Teatrikal Keranda Mayat Dibakar Jadi Simbol

Masyarakat Mangunjaya secara tegas menuntut agar seluruh instansi terkait menyampingkan ego sektoral dan melahirkan langkah nyata.(Panji,Asep.sujana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB