CILACAP, PERHUTANI 8/10/2026— Perum Perhutani KPH Banyumas Barat terus bergerak aktif menggali potensi pendapatan baru di luar sektor utama kayu dan getah. Salah satunya melalui agenda kunjungan kerja dan studi banding agrobisnis tanaman durian bersama Manajemen Kantor Pusat Perhutani di Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Manajemen Usaha Kayu (Kadep MUK) Kantor Pusat Perhutani, Bapak Arif Fitri, hadir langsung didampingi oleh Administratur/KKPH Banyumas Barat, Bapak Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut.
Kunjungan ini berfokus pada peninjauan tata kelola agrobisnis Multi Purpose Tree Species (MPTS) durian secara menyeluruh, mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen yang telah sukses dikembangkan oleh salah satu tokoh masyarakat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Poin Utama & Langkah Strategis:
Diversifikasi Usaha: Mendorong pemanfaatan komoditas MPTS sebagai sumber pendapatan tambahan (non-timber revenue) bagi Perhutani.
Transfer Pengetahuan: Mempelajari praktik terbaik (best practices) pengelolaan tanaman durian produktif dari praktisi lokal untuk diterpakan di wilayah kerja KPH.
Pengembangan Wilayah: Menjadikan pengelolaan agrobisnis berbasis MPTS sebagai bagian dari langkah transformasi KPH Banyumas Barat menuju KPH Model.
Administratur KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan langsung dari pimpinan Kantor Pusat.
“Kami sangat berkesan dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Kadep MUK yang berkenan berbagi wawasan mengenai pengelolaan potensi di luar produk utama kayu dan getah. Ilmu dan wawasan ini menjadi amunisi baru bagi KPH Banyumas Barat untuk terus berinovasi menuju KPH Model yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hery.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat berkomitmen menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan lahan produktif demi meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan tanpa mengesampingkan fungsi kelestariannya.
Red .











