Demi Hasil Optimal Bagi Petani, Lokasi Pembangunan JIAT BBWS Citanduy di Desa Mangunjaya Dialihkan

- Penulis

Rabu, 30 September 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN 30/9/2026 — Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy di Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, memasuki babak baru. Demi menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian, titik pembangunan sumur bor resmi dialihkan ke Dusun Bojong Genteng yang memiliki potensi sumber air tanah lebih memadai.

Pengalihan lokasi ini dilakukan setelah proses pengeboran di titik awal belum berhasil menemukan akuifer atau lapisan pembawa air dengan debit yang diharapkan. Berdasarkan evaluasi teknis di lapangan, pemaksaan pembangunan di titik yang kurang berpotensi justru berisiko menyia-nyiakan anggaran dan tidak memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Kepala Desa Mangunjaya, Suhuri, menegaskan bahwa perubahan lokasi ini merupakan keputusan bersama yang diambil secara transparan melalui proses musyawarah antara pemerintah desa, pihak pelaksana (pengusaha), dan tokoh masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BBWS Citanduy atas alokasi program JIAT ini. Berdasarkan hasil musyawarah bersama, kami sepakat memindahkan titik pengeboran ke Dusun Bojong Genteng yang masih berada di wilayah Desa Mangunjaya,” ujar Suhuri saat dikonfirmasi di kantornya.

Suhuri menambahkan, pengalihan lokasi ini penting untuk dipahami oleh masyarakat luas sebagai bentuk komitmen dalam mencari solusi terbaik, bukan penundaan apalagi pembatalan program.

“Harapan kami di titik yang baru nanti sumber air bisa ditemukan sesuai target, sehingga program ini benar-benar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani, khususnya saat menghadapi musim kemarau,” lanjutnya.

Secara teknis geologis, keberhasilan sumur bor irigasi memang sangat bergantung pada kondisi batuan dan struktur akuifer bawah tanah. Oleh karena itu, pengalihan titik berbasis evaluasi lapangan merupakan langkah prosedural yang wajar dalam proyek eksplorasi air tanah.

Baca Juga:  BBWS Citanduy Responsif Perbaiki Bronjong Cibatu, Oknum Pelaksana Malah Berkata Kurang Sopan

Meski demikian, kepastian mengenai spesifikasi teknis—seperti evaluasi kedalaman di titik awal, hasil kajian geologi terbaru, serta target debit air di Dusun Bojong Genteng—masih menunggu penjelasan rinci dari tim teknis BBWS Citanduy selaku penanggung jawab penuh program tersebut.

(Asep sujana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB