Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BANJAR 14/10/2026 — Insiden mengejutkan terjadi di lingkungan satuan pendidikan dasar wilayah Kota Banjar. Bangunan gedung yang berfungsi sebagai ruang kantor (ruang guru/kepala sekolah) serta ruang perpustakaan di SDN 3 Batulawang, Kecamatan Pataruman, dilaporkan ambruk.

Peristiwa ini memantik perhatian publik mengingat bangunan tersebut sejatinya sudah masuk dalam daftar perencanaan rehabilitasi, namun keburu runtuh akibat kondisi material yang sudah lapuk dimakan usia.

Kronologi dan Kondisi Bangunan yang Lapuk

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan penuturan pihak sekolah dan pantauan di lapangan, bangunan yang mengalami ambruk total tersebut telah berdiri selama sekitar 14 tahun.

Usia bangunan yang sudah belasan tahun tanpa adanya pembaruan struktur membuat material penyangga seperti kayu dan kerangka atap menjadi sangat rapuh.

Kerusakan struktural ini sebenarnya sudah diidentifikasi jauh-jauh hari. Pihak sekolah bahkan menyebutkan bahwa bangunan tersebut tahun ini sejatinya sudah masuk dalam rencana perbaikan atau rehabilitasi. Kendati demikian, sebelum realisasi bantuan atau perbaikan tersebut tersentuh di lokasi, bangunan keburu ambruk rata dengan tanah.

Dampak Insiden

Beruntungnya, insiden runtuhnya bangunan ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kendati demikian, kerugian material dirasakan cukup signifikan:

Fasilitas Rusak: Ruangan vital tempat guru dan kepala sekolah menjalankan kegiatan administrasi, serta ruang penyimpanan buku perpustakaan, hancur lebur.

Arsip dan Inventaris: Sejumlah dokumen penting, perlengkapan kantor, serta fasilitas penunjang belajar yang berada di dalam ruangan dikhawatirkan ikut tertimbun dan rusak tertimpa reruntuhan material bangunan.

Tanggapan Berimbang: Urgensi Pengawasan Infrastruktur Pendidikan

Peristiwa di SDN 3 Batulawang menyoroti persoalan krusial mengenai manajemen pemeliharaan fasilitas pendidikan di daerah:

Perspektif Sekolah dan Warga: Pihak sekolah menilai bahwa proses birokrasi atau jadwal realisasi rehabilitasi sering kali berjalan lebih lambat dibanding laju kerusakan fisik bangunan yang sudah tua. Dengan usia bangunan mencapai 14 tahun dan kondisi kayu yang kian keropos, keterlambatan penanganan berisiko mengancam keselamatan jiwa, meskipun dalam insiden ini tidak ada korban.

Baca Juga:  Kecelakaan Kembali Terjadi di Jalan Pangandaran-Cijulang, Ranting Pohon Mahoni Jatuh Diduga Jadi Pemicu

Perspektif Anggaran dan Pemerintah: Di sisi lain, instansi pemerintah daerah melalui dinas terkait sering kali dihadapkan pada keterbatasan anggaran tahunan serta banyaknya fasilitas sekolah lain yang juga mengantre untuk direnovasi secara bersamaan. Prioritas alokasi dana kerap harus melalui verifikasi berlapis, yang terkadang membuat penanganan gedung semi-darurat atau berisiko tinggi luput dari eksekusi cepat.

Langkah Lanjutan

Pasca-ambruknya ruang guru dan perpustakaan ini, pihak sekolah bersama unsur terkait diharapkan segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mulai dari pembersihan puing-puing reruntuhan hingga penyediaan ruang sementara bagi para guru.

Kejadian ini juga menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Pendidikan untuk mempercepat proses pencairan atau realisasi rehabilitasi darurat, sekaligus melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan sekolah dasar negeri lain yang memiliki usia konstruksi serupa agar kejadian serupa tidak berulang.(Asep sujana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Polsek Kalipucang Tindaklanjuti Laporan Anak Belum Kembali ke Rumah, Polisi Lakukan Penelusuran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB