Perhutani KPH Banyumas Barat Jajaki Pengembangan Agrobisnis Durian Unggulan

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, PERHUTANI 8/10/2026— Perum Perhutani KPH Banyumas Barat terus bergerak aktif menggali potensi pendapatan baru di luar sektor utama kayu dan getah. Salah satunya melalui agenda kunjungan kerja dan studi banding agrobisnis tanaman durian bersama Manajemen Kantor Pusat Perhutani di Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Departemen Manajemen Usaha Kayu (Kadep MUK) Kantor Pusat Perhutani, Bapak Arif Fitri, hadir langsung didampingi oleh Administratur/KKPH Banyumas Barat, Bapak Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut.

Kunjungan ini berfokus pada peninjauan tata kelola agrobisnis Multi Purpose Tree Species (MPTS) durian secara menyeluruh, mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen yang telah sukses dikembangkan oleh salah satu tokoh masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Poin Utama & Langkah Strategis:

Diversifikasi Usaha: Mendorong pemanfaatan komoditas MPTS sebagai sumber pendapatan tambahan (non-timber revenue) bagi Perhutani.

Transfer Pengetahuan: Mempelajari praktik terbaik (best practices) pengelolaan tanaman durian produktif dari praktisi lokal untuk diterpakan di wilayah kerja KPH.

Pengembangan Wilayah: Menjadikan pengelolaan agrobisnis berbasis MPTS sebagai bagian dari langkah transformasi KPH Banyumas Barat menuju KPH Model.

Administratur KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan langsung dari pimpinan Kantor Pusat.

“Kami sangat berkesan dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Kadep MUK yang berkenan berbagi wawasan mengenai pengelolaan potensi di luar produk utama kayu dan getah. Ilmu dan wawasan ini menjadi amunisi baru bagi KPH Banyumas Barat untuk terus berinovasi menuju KPH Model yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Banyumas Barat berkomitmen menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan lahan produktif demi meningkatkan nilai ekonomi kawasan hutan tanpa mengesampingkan fungsi kelestariannya.

Baca Juga:  Gelar Aksi Kemanusiaan Terpadu, SD & SMP Kristen Patimuan Dipilih Menjadi Pusat Kegiatan  

Red .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB