BANYUMAS – Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memperketat Pengawasan Melekat (Waskat) serta meningkatkan kegiatan patroli preventif dan persuasif. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kerja KPH Banyumas Barat.
Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., melalui Wakil Administratur/KSKPH menegaskan bahwa kawasan hutan Banyumas Barat didominasi oleh Kelompok Hutan (KP) Rimba Pinus yang berproduksi aktif. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kawasan hutan dari bahaya api menjadi prioritas utama.
“Jika hutan aman dari si jago merah, produksi sadapan getah pinus akan aman dan potensi tegakan pohon pinus dapat terjaga secara berkelanjutan,” ujar Hery Merkussiyanto Putro.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, pihak Perhutani menekankan bahwa hasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa getah pinus ini memiliki peran vital dalam menyokong perekonomian masyarakat di sekitar hutan pangkuan KPH Banyumas Barat. Dengan menjaga kelestarian hutan, Perhutani turut memastikan keberlangsungan mata pencaharian warga lokal yang bergantung pada kegiatan penyadapan.
Perhutani KPH Banyumas Barat juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait untuk bersinergi dalam menjaga keamanan hutan.
“Mari kita jaga dan amankan hutan bersama-sama demi lestarinya fungsi lingkungan serta kelanjutan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat,” tutupnya.
Red.











