Empat Hari Hilang di Laut, Tekong Perahu Wisata Pangandaran Ditemukan di Karang Luhur

- Penulis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN – Setelah empat hari menjadi misteri di perairan Pantai Pangandaran, pencarian terhadap Supriyanto (40), tekong perahu wisata yang dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 13.55 WIB di kawasan perairan Karang Luhur, sekitar dua kilometer dari lokasi awal kejadian.

Penemuan Supriyanto menjadi titik akhir operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan. Informasi keberadaan korban pertama kali diterima dari seorang saksi yang melihat tubuh korban di sekitar perairan Karang Luhur.

Sejumlah pengemudi perahu wisata yang berada di kawasan tersebut turut membantu memberikan informasi dan menyisir area perairan. Setelah mendapat laporan, Tim SAR Unit Siaga SAR Pangandaran langsung bergerak menuju lokasi menggunakan perahu untuk melakukan evakuasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Unit Siaga SAR Pangandaran, Edwin Purnama, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah tim memastikan lokasi korban.

“Begitu mendapat informasi dari saksi yang pertama melihat korban, kami langsung melakukan evakuasi dengan bantuan perahu,” ujar Edwin kepada wartawan di lokasi, Kamis (13/8/2026).

Menurut Edwin, kondisi korban telah mengalami perubahan setelah berada di laut selama kurang lebih empat hari. Tim juga menduga korban kemungkinan mengalami benturan sebelum akhirnya ditemukan.

“Korban sudah berada di laut sekitar empat hari sehingga kondisinya sudah mengalami perubahan. Ada kemungkinan sebelumnya terjadi benturan dengan perahu,” katanya.

Saat ditemukan, Supriyanto masih mengenakan pakaian yang relatif lengkap dan berada dalam posisi terlentang di permukaan air.

Supriyanto diketahui sehari-hari bekerja sebagai tekong perahu wisata. Ia biasa mengantarkan wisatawan berkeliling perairan Pangandaran, termasuk menuju kawasan Pasir Putih.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, Barakuda, TNI Angkatan Laut, Satpolairud Polres Pangandaran serta unsur terkait lainnya.

Baca Juga:  KPH Banyumas Barat dan Polresta Banyumas Memperkuat Sinergi Lintas Sektoral demi Menjaga Kelestarian Hutan

Edwin menjelaskan, operasi SAR dilakukan sesuai prosedur dan batas waktu pencarian yang telah ditetapkan. Pencarian berlangsung selama tiga hari dan memasuki hari keempat sebagai batas maksimal operasi.

“Pencarian kami lakukan selama tiga hari, sedangkan hari keempat merupakan batas maksimal operasi. Sebelum operasi dihentikan, korban akhirnya berhasil ditemukan,” jelasnya.

Keberhasilan menemukan korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di laut. Tim SAR mengimbau nelayan maupun tekong perahu wisata untuk selalu memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut.

Edwin juga meminta setiap pelaku aktivitas laut menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama pelampung, untuk mengantisipasi berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, khususnya nelayan dan tekong, kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang serta menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk pelampung,” pungkasnya.

Setelah berhasil dievakuasi, korban selanjutnya diserahkan untuk menjalani proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Sysfarras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB