Diterpa Kekeringan, Puluhan Hektar Sawah di Padaherang Terancam Gagal Panen

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PANGANDARAN 7/8/2026, Media Cahaya Nusantara — Bayang-bayang gagal panen kembali menghantam para petani di Dusun Sindangherang (RT 08/RW 04), Desa Padaherang, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Puluhan hektar tanaman padi terancam rusak total akibat krisis air yang melanda di tengah musim tanam.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, tanaman padi yang seharusnya mulai menguning dan siap dipanen justru tumbuh kerdil.

Bulir-bulir gabah sebagian besar hampa, sementara hamparan tanah sawah tampak mengering hingga retak-retak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi para petani setempat yang telah menggelontorkan modal besar untuk biaya pengolahan lahan, pembelian bibit, hingga pemupukan.

“Kami sudah keluar modal jutaan rupiah. Biaya pupuk dan tenaga kerja mahal, tapi airnya justru tidak ada.

Mau panen bagaimana kalau kondisinya begini? Ini jelas gagal panen total,” keluh Aceng, salah seorang petani terdampak, Jumat (7/8/2026).

Aceng menjelaskan, jaringan irigasi yang selama ini menjadi penopang utama pasokan air sudah lama tidak berfungsi normal.

Para petani menduga tersendatnya pasokan akibat lemahnya distribusi air dari kawasan hulu serta minimnya perhatian dan evaluasi dari pihak terkait.

Ancaman gagal panen ini dikhawatirkan akan memukul perekonomian warga sekaligus mengganggu ketahanan pangan lokal.

Oleh karena itu, masyarakat petani mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran, Dinas Pertanian, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk segera turun tangan.

Petani mengharapkan adanya langkah darurat berupa bantuan distribusi air jangka pendek, serta penanganan jangka panjang berupa revitalisasi dan perbaikan sistem jaringan irigasi.

“Kami tidak minta banyak, kami hanya minta air. Kalau tidak ada air, sawah kami mati. Kalau sawah mati, kami mau makan apa?” pungkas Aceng.

Baca Juga:  Satker BBWS Citanduy dan Peltek Bungkam, Abaikan Hak Jawab Media

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah penanggulangan kekeringan di wilayah tersebut.

Penulis: Panji Kurnia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB