PANGANDARAN (06/08/2026) — Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pangandaran mulai hangat. Kader senior sekaligus legislator tiga periode, Ade Ruminah, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bertarung merebut nahkoda kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut pada Musyawarah Daerah (Musda) mendatang.
Langkah politisi perempuan ini bukan sekadar manuver pribadi. Ade menegaskan bahwa dorongan dari arus bawah—terdiri dari kader, pengurus berbagai tingkatan, hingga tokoh masyarakat—menjadi bahan bakar utama yang memantapkan langkahnya mengusung agenda regenerasi internal.
“Saya diminta oleh kader, pengurus, dan tokoh masyarakat. Sebagai kader, tentu saya siap mengemban tanggung jawab jika partai membutuhkan,” ujar Ade, Kamis (6/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Modal Dukungan dan Misi “Golkar Lebih Baik”
Langkah Ade membawa angin segar bagi dinamika politik lokal. Ia mengklaim telah mengantongi dukungan resmi yang melampaui ambang batas syarat pencalonan organisasi.
“Alhamdulillah dukungan sudah menembus lebih dari 30 persen,” ungkapnya optimis.
Dengan mengusung visi “Perubahan Golkar Lebih Baik untuk Regenerasi”, Ade menekankan bahwa niatnya memimpin bukan untuk merombak total struktur yang ada, melainkan menyuntikkan semangat baru, inovasi, serta pola kepemimpinan yang lebih adaptif.
Ia juga menyoroti evaluasi capaian partai. Meskipun Golkar berhasil mempertahankan 5 kursi di DPRD Pangandaran, grafik perolehan suara total tercatat mengalami penurunan. Tantangan inilah yang menjadi PR besarnya menyongsong Pemilu 2029.
“Yang sudah baik dipertahankan, tapi ke depan harus melompat lebih jauh. Kita perlu regenerasi dan penyegaran agar kepercayaan masyarakat kembali meroket,” tegas Ade.
Merekrut Gen Z dan Merawat Kebersamaan
Salah satu terobosan narasi yang diusung Ade adalah keterlibatan aktif generasi muda. Ia menggarisbawahi pentingnya merangkul Generasi Z dan Generasi Alpha agar tidak apatis terhadap politik.
Guna mewujudkannya, beberapa misi utama disiapkan:
- Penguatan Soliditas Internal: Mempererat komunikasi antar-kader dari tingkat kabupaten hingga desa.
- Pendidikan Politik Kepemudaan: Menjadikan Golkar wadah belajar yang ramah bagi Gen Z dan Gen Alpha.
- Target Pemilu 2029: Meningkatkan raihan suara dan mengamankan penambahan kursi di legislatif.
Mengenai mekanisme penetapan ketua dalam Musda nanti, Ade menyerahkan penuh pada dinamika dan musyawarah para pemilik suara. Menurutnya, opsi aklamasi sangat terbuka jika komunikasi politik berjalan baik.
Sebelum Musda digelar, DPD Golkar Pangandaran dijadwalkan akan melangsungkan agenda Diklat Kader terlebih dahulu untuk mematangkan persiapan organisasi.
“Kita ini satu rumah. Boleh berbeda strategi dalam menggalang dukungan, tapi jangan sampai memicu perpecahan. Siapa pun yang terpilih nanti, tujuannya satu: membesarkan Partai Golkar melalui regenerasi dan kebersamaan,” tutupnya.
Sysfarras












