Sawah Retak di Cilacap, Petani Banting Setir Pasrah Rugi Puluhan Juta

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP 5/8/2026— Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dalam tiga bulan terakhir kian memprihatinkan.

Ratusan hektar lahan persawahan di Dusun Binangun Baru, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, mendadak gersang hingga tanahnya retak-retak.

Kondisi ini memaksa tanaman padi berusia 2 hingga 3 bulan mengalami puso atau gagal panen. Ironisnya, sebagian besar tanaman padi tersebut sebenarnya sudah mendekati masa panen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun akibat ketiadaan pasokan air, tanaman padi perlahan mengering dan mati.

Tanah Retak Kedalaman 30 Sentimeter
Pantauan di lapangan menunjukkan area persawahan yang biasa tergenang air kini mengering total.

Retakan tanah di area ini cukup parah, mencapai lebar 10 sentimeter dengan kedalaman hingga 30 sentimeter.

Para petani setempat kini hanya bisa pasrah membiarkan tanamannya mati begitu saja.

Akibat bencana kekeringan ini, tak sedikit petani yang menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Saat musim hujan sawah kami terendam, tapi kalau kemarau justru krisis air. Saat ini sekitar 150 hektar sawah kering total.

Ini terjadi setiap tahun karena sawah kami mengandalkan tadah hujan,” ungkap Iin Marlina, petani setempat.

Hal senada disampaikan Turyono, Ketua Kelompok Tani Mina Tirta.

Ia mengamini bahwa krisis air selalu menjadi bayang-bayang menakutkan yang merenggut hasil jerih payah petani tiap tahunnya.

Desak Pemerintah Bangun Irigasi
Dengan potensi kemarau yang diperkirakan masih berlanjut hingga September mendatang, ancaman perluasan wilayah terdampak kekeringan semakin nyata.

Melihat situasi yang terus berulang, warga dan kelompok tani Dusun Binangun Baru sangat berharap Pemkab Cilacap, Pemprov Jawa Tengah, hingga Kementerian Pertanian segera mengambil langkah nyata.

Warga mendesak pembangunan saluran irigasi permanen sebagai solusi jangka panjang agar mereka tak lagi menjadi langganan gagal panen.(Bambang hartoyo)

Baca Juga:  Awak Media Sambangi Kantor BPP Sidareja, Pihak Terkait Terkesan Bungkam Soal Proyek Irpom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB