Pelaksana dan Konsultan IRPOM Desa Kutasari Pastikan Kualitas Pengecoran Tetap Sesuai Spesifikasi
CILACAP,21/7/ 2026 – Menanggapi perhatian masyarakat terkait penggunaan metode pengecoran manual pada pembangunan bak penampung air Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Desa Kutasari, Kabupaten Cilacap, Kelompok Tani Sari Makmur bersama Tim Konsultan memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi di lapangan.
Pembangunan fasilitas irigasi yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar lebih dari Rp155 juta ini sempat menjadi perhatian warga karena proses pencampuran material dilakukan tanpa mesin molen (concrete mixer).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok Tani Sari Makmur, Hasanudin, menjelaskan bahwa pengerjaan manual tersebut dilakukan sebagai langkah darurat akibat sulitnya mendapatkan persewaan mesin molen di wilayah sekitar.
Hal ini terjadi karena tingginya volume pekerjaan konstruksi yang berjalan secara bersamaan di Kabupaten Cilacap.

“Kami sebenarnya memprioritaskan penggunaan mesin molen agar proses adukan lebih efisien.
Namun, saat ini ketersediaan alat di sekitar lokasi memang sangat terbatas.
Kendati demikian, kami terus berupaya mendatangkan unit molen secepatnya agar sisa proses pengecoran dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Hasanudin.
Senada dengan pelaksana, pihak Konsultan Proyek membenarkan adanya kendala teknis terkait ketersediaan unit sewa alat aduk tersebut.
Namun, pihak konsultan menegaskan bahwa pengadukan secara manual tidak secara otomatis menurunkan mutu mutu beton, selama kaidah teknis tetap dipatuhi secara ketat.
“Pengadukan manual tetap dapat memenuhi spesifikasi teknis yang disyaratkan.
Kuncinya terletak pada konsistensi takaran campuran material (semen, pasir, batu pecah, dan air), teknik pemadatan yang benar, serta pengawasan ketat di lapangan,” terang perwakilan Konsultan.
Untuk menjamin kualitas bangunan jangka panjang, tim pendamping teknis dan konsultan berkomitmen memperketat pengawasan di lapangan selama proses konstruksi berlangsung.
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap tahap pengerjaan memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Melalui pengawasan yang terukur dan transparan, pengerjaan Program IRPOM Desa Kutasari diharapkan dapat selesai tepat waktu serta memberikan manfaat optimal dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para petani setempat.(Panji)








