CILACAP – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) terus berkomitmen memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi infrastruktur pertanian. Salah satunya direalisasikan melalui proyek Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Desa Ciklapa, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Minggu 19/07/2026.
Proyek yang didanai oleh APBN Kementerian Pertanian ini menyasar area persawahan seluas 55 hektar dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 253.000.000. Pelaksanaan di lapangan dipercayakan secara swakelola kepada Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) Kelompok Tani Sidamaju.
Detail Teknis Proyek Optimasi Lahan
Berdasarkan data resmi dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung, berikut adalah rincian proyek yang sedang berjalan:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

- Nama Pekerjaan: Optimasi Lahan Non Rawa
- Lokasi: BKD 8 ki Desa Ciklapa, Kec. Kedungreja, Kabupaten Cilacap (Koordinat: -7.50111, 108.79461)
- Nomor SPK: 33.01.132/SPK/05/2026
- Waktu Pelaksanaan: 221 Hari Kalender (Mulai 22 Mei 2026 hingga 28 Desember 2026)
- Target Volume: Pembangunan saluran irigasi sepanjang 300 meter
Dukungan Penuh Petani untuk Swasembada Pangan
Ketua UPKK Kelompok Tani Sidamaju, Karsono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat dan dinas terkait atas bantuan nyata ini.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur air sepanjang 300 meter ini akan sangat berdampak pada stabilitas pengairan sawah warga.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Dinas Pertanian terkait. Kegiatan Oplah ini sangat membantu mengoptimalkan hasil panen kami. Insya Allah, ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program ketahanan pangan dan tekad panen yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujar Karsono saat ditemui di lokasi proyek.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan frekuensi dan volume panen, yang pada akhirnya akan mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani di Desa Ciklapa.
Harapan Kelanjutan Program: Masih Ada 45 Hektar Lahan Kritis
Meskipun proyek berjalan lancar, Karsono mengungkapkan tantangan geografis yang dihadapi petani setempat. Kontur tanah di Desa Ciklapa cenderung tidak rata, di mana sebagian lahan memiliki elevasi yang lebih tinggi sehingga belum terjangkau aliran air irigasi saat ini.
Untuk fase sekarang, pengerjaan difokuskan pada area berkontur sedang seluas 55 hektar. Pihak Kelompok Tani Sidamaju berharap pemerintah bersedia melanjutkan program ini pada musim anggaran berikutnya.
“Kami sangat berharap ada kelanjutan dari program ini. Masih ada sekitar 45 hektar lahan di bagian atas (ketinggian) yang belum terjangkau saluran air.
Semoga ke depannya area tersebut juga bisa mendapatkan bantuan optimasi serupa agar seluruh petani di Desa Ciklapa bisa merasakan manfaatnya secara merata,” pungkas Karsono.(Sas)








