Diduga Pakai Batu Bekas, Proyek Irigasi P3-TGAI Senilai Rp 195 Juta di Cipari Menuai Sorotan

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP16/7/2026 – Pelaksanaan proyek pembangunan jaringan irigasi di Desa Serang, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap kini tengah menjadi sorotan tajam.

Proyek yang dibiayai oleh uang negara tersebut diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis akibat adanya penggunaan kembali material batu bekas bongkaran untuk struktur bangunan baru.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, proyek yang masuk dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini dikerjakan oleh kelompok masyarakat P3A Ngudi Rahayu Serang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek bertujuan untuk melakukan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Manganti Wil. Cihaur dengan nilai bantuan sebesar Rp 195.000.000,- bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 di bawah naungan Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citanduy, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Namun, di tengah harapan petani akan peningkatan kualitas saluran air, pelaksanaan proyek ini justru dinilai janggal.

Di lokasi pekerjaan terlihat tumpukan material batu lama hasil bongkaran struktur terdahulu dipasang kembali sebagai fondasi atau dinding penahan irigasi yang baru.

Konfirmasi Pekerja Lapangan: “Semua Acuan Ada di Bu Dina”
Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi kegiatan terkait kesesuaian gambar perencanaan, salah satu pekerja lapangan mengungkapkan bahwa mereka hanya bekerja mengikuti instruksi kasar dan lembar denah seadanya.

“Kami bekerja hanya mengikuti acuan gambar yang ada. Terkait detail gambar, denah penempatan, ukuran ketinggian, hingga lebar struktur bangunan, semuanya diatur oleh pengelola. Kalau mau menanyakan detail teknis lebih lanjut, kami diarahkan langsung ke Bu Dina,” ungkap salah seorang pekerja di lokasi.

Ketika dikejar pertanyaan lebih mendalam mengenai rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB)—seperti penggunaan papan acuan beton (begisting), pemasangan suling-suling (grip drainase), jarak antar-titik batas, hingga ukuran presisi ketinggian fisik bangunan—pekerja tersebut mengaku tidak tahu-menahu.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat.

Baca Juga:  Perbaikan TPT Sungai Kalijeruk Kawunganten Selesai 100%, Warga Apresiasi Kerja Cepat BBWS Citanduy

Minimnya pemahaman teknis pekerja di lapangan serta ketidakjelasan penerapan RAB dikhawatirkan akan menyulitkan pertanggungjawaban publik jika sewaktu-waktu dilakukan kontrol sosial oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun media.

Indikasi Pengurangan Mutu demi Keuntungan Sepihak
Penggunaan kembali batu bekas bongkaran dalam proyek pemerintah bernilai ratusan juta rupiah dinilai sangat tidak wajar.

Secara teknis, setiap proyek yang didanai APBN wajib menggunakan material baru demi menjamin kekuatan fisik dan daya tahan (durabilitas) bangunan dalam jangka panjang.

Tindakan memanfaatkan kembali material lama ini memicu dugaan adanya upaya pemotongan anggaran belanja material (manipulasi) oleh oknum pelaksana guna meraup keuntungan pribadi maupun kelompok.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus P3A Ngudi Rahayu Serang maupun penanggung jawab teknis yang disebut-sebut bernama Bu Dina belum memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan material bekas tersebut.

Masyarakat meminta pihak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Satker OP SDA Citanduy untuk segera turun ke lokasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan audit fisik.

Jika ditemukan pelanggaran administrasi maupun fisik, pelaksana proyek harus ditindak tegas dan diwajibkan melakukan pembongkaran ulang demi menyelamatkan uang negara serta kepentingan para petani pemakai air.(Panji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET
Gerak Cepat Babinsa Koramil 14/Cimanggu Bersama Warga, Kebakaran Hutan di Pesahangan Berhasil Dipadamkan
*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*
Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif
Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus
Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Kredit Modal Salah Satu Bank BUMN di Semarang Senilai Rp4,9 Miliar
Optimalkan Kinerja Lapangan, KPH Banyumas Barat Gelar Monev Pembinaan Karyawan dan Sosialisasi Tenaga Alih Daya
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 01:58 WIB

Pemeliharaan Irigasi BBWS Citanduy OP 3 Berlangsung, Papan Informasi Proyek Dipertanyakan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:32 WIB

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:50 WIB

*Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan*

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Antisipasi Karhutla dan Gukamhut, Perhutani KPH Banyumas Barat Gencar Patroli Preventif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Optimalkan Cuaca Kemarau, Perhutani KPH Banyumas Barat Genjot Produksi Getah Pinus

Berita Terbaru

Uncategorized

DANDIM PANGANDARAN EVALUASI 5 JEMBATAN LAIN PASCA INSIDEN PONGPET

Senin, 31 Agu 2026 - 08:32 WIB