BANYUMAS 8/10/2026 — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus memperketat pengawasan dan langkah preventif guna mengantisipasi bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi musim kemarau tahun 2026. Salah satu upaya nyata ditunjukkan melalui kegiatan patroli sinergi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Samudra, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lumbir.
Patroli gabungan ini dilaksanakan atas arahan dan instruksi Administratur KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., melalui Wakil Administratur / KSKPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan. Seluruh jajaran dan personel di lapangan diminta untuk senantiasa giat, siaga, dan responsif dalam mengawasi titik-titik rawan kebakaran hutan.
Administratur KPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., menegaskan pentingnya perlindungan aset dan potensi produksi hutan dari ancaman si jago merah. Focus pengamanan diarahkan pada petak-petak sadapan getah pinus sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) unggulan, serta petak-petak produksi kayu lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kita bersama, pada musim kemarau tahun 2026 ini KPH Banyumas Barat terhindar dari krisis Karhutla. Dengan terjaganya kawasan hutan dari potensi kebakaran, kegiatan operasional pengelolaan hutan—baik produksi HHBK berupa sadapan getah pinus maupun Hasil Hutan Kayu—dapat terus berlangsung dengan aman, lancar, dan produktif,” ujar Hery.
Lebih lanjut, pimpinan KPH Banyumas Barat mengapresiasi peran aktif masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA). Keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi kunci utama terbentuknya sistem deteksi dan penanganan dini Karhutla di lapangan.
Mengusung semangat dan komitmen kebersamaan “Bersama Yakin Bisa, Divre Jateng Yang Terbaik”, Perhutani KPH Banyumas Barat optimistis dapat menjaga kelestarian fungsi hutan sekaligus mengamankan target-target produksi demi keberlanjutan sumber daya hutan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Red.











