KPH Banyumas Barat Prioritaskan Pengamanan dan Terapkan Sapta Pesona di Wisata Hutan Payau Tritih Cilacap

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 02:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP (28 September 2026) — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat terus mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Hutan Payau Tritih. Terletak di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, kawasan ini merupakan satu-satunya destinasi wisata alam berbasis ekosistem mangrove milik KPH Banyumas Barat yang berada di administratif Kabupaten Cilacap.

Langkah pengamanan ini ditindaklanjuti secara tegas sesuai arahan Administratur/KKPH Banyumas Barat, Hery Merkussiyanto Putro, S.Hut., melalui Wakil Administratur/KSKPH Banyumas Barat, Ari Kurniawan. Manajemen menginstruksikan kepada Asper BKPH Rawa Timur, Kusnadi, beserta seluruh jajaran petugas lapangan untuk memastikan kondusivitas area wisata secara berkelanjutan.

Administratur KPH Banyumas Barat melalui Wakil Administratur, Ari Kurniawan, menegaskan bahwa penerapan Sapta Pesona—khususnya rasa aman dan nyaman—merupakan syarat mutlak dalam pengelolaan destinasi pariwisata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas di lapangan kami minta untuk tidak bekerja sendiri, melainkan selalu menggandeng seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada. Sinergi ini penting untuk menjamin para pengunjung merasa aman dan nyaman selama berada di kawasan wisata,” ujar Ari.

Dalam pelaksanaannya, Perhutani BKPH Rawa Timur menjalin koordinasi dan kolaborasi intensif dengan jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, serta elemen pengamanan swakarsa dan masyarakat sekitar. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola wisata yang tertib, ramah lingkungan, dan profesional.

Melalui sinergi lintas sektor yang kuat, Perhutani optimistis Wisata Hutan Payau Tritih tidak hanya menjadi pilihan utama rekreasi edukatif bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya, tetapi juga mampu tumbuh sebagai destinasi ekowisata yang berkelanjutan (sustainable ecotourism).

Red.

Baca Juga:  Tongkat Komando Kodim 0625/Pangandaran Berganti, Letkol Inf Eko Novandy Saputro Resmi Jabat Dandim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediacahayanusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi
Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*
Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM
Kejagung Usut Korupsi Tambang Batubara PT CCM, Mantan Kadis Nunukan dan Pejabat KLH Diperiksa
Meriahkan Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Unjuk Kebolehan dalam Lomba Layang-Layang
Reruntuhan Ruang Guru dan Perpustakaan SDN 3 Batulawang: Bangunan 14 Tahun Ambruk
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kejaksaan Agung Tetapkan Dirut PT CNI Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polres Pangandaran Sambut Kunjungan Outing Class SLB Negeri Widi Asih Parigi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolda Jateng Ajak Warga Lawan Premanisme dengan Berani Melapor*

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Tim Penyidik JAM PIDSUS Periksa 2 Orang Saksi Terkait Perkara Tambang Batubara PT CCM

Berita Terbaru

Uncategorized

Soal Proyek Sumur Bor Rp 56 Juta: Kakam Bali Sadhar Tengah Bungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:09 WIB